MAKASSAR – Kesatuan Pembinaan Mental dan Sejarah (Bintaljarah) Kodam XIV/Hasanuddin menggelar sosialisasi Bela Negara yang dirangkaikan dengan edukasi pemilahan sampah di Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Bakti TNI AD Bersama Rakyat yang sebelumnya diawali dengan kerja bakti membersihkan drainase dan lingkungan di Jalan Baiturrahman IX, RT 04/RW 01.
Hadir dalam kegiatan itu Kabintaljarah Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Nopid Arif, S.Sos., M.Han., Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Biring Romang Sarah, S.E. mewakili lurah, Ketua RW 01 Usman, para Ketua RT, serta ratusan warga setempat.
Mewakili Pemerintah Kelurahan Biring Romang, Sarah menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI AD yang dinilai terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah meluangkan waktu untuk bergotong royong bersama warga membersihkan lingkungan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat RW 01, Ambang Ardi, mengatakan hubungan baik antara warga dan TNI telah terjalin selama bertahun-tahun. Menurutnya, berbagai program TNI, termasuk TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), karya bakti, hingga pembinaan keagamaan, telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Biring Romang sejak 2012.
Dalam arahannya, Kabintaljarah Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Nopid Arif menegaskan bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di bidang pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Ia mengajak masyarakat mendukung seluruh program pemerintah, khususnya dalam penanganan sampah yang kini menjadi persoalan serius, baik di tingkat daerah maupun global.
“Persoalan sampah saat ini sudah menjadi tantangan bersama. Banyak tempat pembuangan sampah yang kapasitasnya sudah penuh, termasuk di Makassar. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan juga merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah,” tegasnya.
Menurut Nopid, kunci utama mengatasi persoalan sampah bukan semata-mata teknologi atau fasilitas, melainkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari rumah.
Selain sosialisasi bela negara, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah dari pendamping pengelolaan sampah Wilayah IV Manggala-Panakkukang, Ceceng. Dalam pemaparannya, warga diberikan pemahaman mengenai cara memilah sampah organik, anorganik, dan residu sebagai langkah awal mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata berupa minyak goreng dari Bintaljarah Kodam XIV/Hasanuddin kepada warga yang mengikuti sosialisasi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mendukung gerakan menjaga kebersihan lingkungan.(51l)








