MAKASSAR — Tantangan pendidikan di Kota Makassar tidak lagi hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas sekolah. Perubahan teknologi hingga karakter peserta didik yang terus berkembang ikut menuntut sekolah beradaptasi.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rembuk Pendidikan Jilid 1 yang digelar Badan Koordinasi HMI Sulsel di Ballroom Teater Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar itu menjadi ruang untuk membicarakan berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kemampuan sekolah menghadapi perubahan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur. Menurutnya, keberhasilan pendidikan juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berada di dalamnya.
“Kalau kita bicara pendidikan, kita tidak hanya bicara tentang infrastruktur pendidikan, tapi kita menginginkan apa output yang didapatkan dari kualitas pendidikan yang ada,” kata Munafri.
Perkembangan teknologi menjadi salah satu tantangan yang harus direspons sekolah. Kepala sekolah dan guru dituntut tidak berhenti memperbarui pengetahuan agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman dan karakter peserta didik.
Kesempatan pengembangan kapasitas juga terbuka melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang ditawarkan pemerintah maupun lembaga pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri. Informasi mengenai peluang tersebut dinilai perlu lebih aktif diteruskan kepada sekolah.
Di sisi lain, penguatan pendidikan karakter juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berlangsung melalui materi di ruang kelas, tetapi juga melalui keteladanan yang ditunjukkan guru dan kepala sekolah dalam keseharian.
Karena itu, pengembangan pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, sekolah, akademisi, praktisi dan pemangku kepentingan lainnya perlu berada dalam satu ruang untuk melihat persoalan pendidikan secara lebih menyeluruh.
Munafri mengatakan pemerintah akan mengambil posisi sebagai simpul yang mempertemukan berbagai elemen tersebut agar program dan kebijakan pendidikan dapat berjalan lebih terarah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah akan menjadi simpul dari elemen pendidikan yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada di dalamnya, membuat ini menjadi padu untuk melangkah dan maju secara bersama-sama,” ujarnya.
Melalui forum rembuk pendidikan seperti ini, pembahasan pendidikan di Makassar diharapkan tidak berhenti pada persoalan program dan fasilitas, tetapi juga menyentuh kemampuan sekolah beradaptasi dengan perubahan serta kebutuhan peserta didik.(70n)














