PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Bukan Sekadar Pelatihan Vokasi, Bupati Jeneponto Bidik Tenaga Kerja Siap Pakai • Munafri Arifuddin Bawa Gagasan Keselamatan Lalu Lintas dan Ekonomi Kreatif Makassar ke Forum PBB di Jenewa • Hamzah Hamid Soroti Polemik Desil Bansos dan Daya Tampung SMA Negeri di Makassar • Antrean Panjang BBM dan Sulitnya LPG, Cermin Gagalnya Negara • Hadapi Era AI, Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T Anak Muda • Polemik Pemakzulan Bupati Gowa, Bagaimana Islam Memandangnya? • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Bukan Sekadar Pelatihan Vokasi, Bupati Jeneponto Bidik Tenaga Kerja Siap Pakai • Munafri Arifuddin Bawa Gagasan Keselamatan Lalu Lintas dan Ekonomi Kreatif Makassar ke Forum PBB di Jenewa • Hamzah Hamid Soroti Polemik Desil Bansos dan Daya Tampung SMA Negeri di Makassar • Antrean Panjang BBM dan Sulitnya LPG, Cermin Gagalnya Negara • Hadapi Era AI, Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T Anak Muda • Polemik Pemakzulan Bupati Gowa, Bagaimana Islam Memandangnya? •
Makassar

Munafri Arifuddin Bawa Gagasan Keselamatan Lalu Lintas dan Ekonomi Kreatif Makassar ke Forum PBB di Jenewa

12
×

Munafri Arifuddin Bawa Gagasan Keselamatan Lalu Lintas dan Ekonomi Kreatif Makassar ke Forum PBB di Jenewa

Sebarkan artikel ini
Munafri at Genewa
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, pada 12 hingga 13 Oktober 2026. (infopemkot Makassar)

JENEWA — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, membawa dua gagasan strategis Kota Makassar ke panggung internasional dalam United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, pada 12 hingga 13 Oktober 2026.

Dalam forum yang berlangsung di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut, Munafri menyoroti pentingnya pendidikan keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah sekaligus memperkenalkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai upaya mendorong ekonomi kreatif dan membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Kedua gagasan itu mencerminkan pendekatan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi tantangan perkotaan, mulai dari membangun budaya tertib berlalu lintas hingga memperluas akses ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Di hadapan lebih dari 60 wali kota dari berbagai negara, Munafri menegaskan bahwa keselamatan jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan dan pembangunan infrastruktur. Pendidikan kepada masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, juga harus menjadi bagian penting dalam membentuk budaya berlalu lintas.

“Saya sangat setuju dengan pernyataan Bapak Jean Todt pagi ini. Pendidikan lalu lintas sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah agar para siswa sadar dan memahami cara berkendara yang aman, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Appi.

Menurutnya, pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu menanamkan pemahaman tentang risiko di jalan raya, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta tanggung jawab setiap pengguna jalan dalam menjaga keselamatan bersama.

“Kita ingin mempersiapkan pengemudi masa depan sedini mungkin, sehingga mereka memahami konsep kecepatan yang aman, batasan kecepatan, serta cara memilih opsi transportasi rendah karbon,” katanya.

Munafri menilai, edukasi sejak sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, kebijakan transportasi, dan perubahan perilaku masyarakat.

Dalam rangkaian forum tersebut, Munafri juga bertemu Jean Todt, mantan Presiden Federation Internationale de l’Automobile (FIA) dan mantan pimpinan Ferrari yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan Jalan Raya.

Selain mengangkat isu keselamatan jalan, Munafri memanfaatkan forum internasional itu untuk memperkenalkan Makassar Creative Hub sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Kota Makassar dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif anak muda.

Menurut Munafri, Makassar memiliki banyak generasi muda dengan ide, kreativitas, dan bakat yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha. Namun, potensi tersebut membutuhkan wadah yang mampu mempertemukan kreativitas dengan pelatihan keterampilan, kolaborasi, teknologi, dan akses pasar.

“Makassar Creative Hub merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian kota yang lebih inklusif,” jelasnya.

Ia mengatakan, MCH tidak sekadar dirancang sebagai tempat berkumpulnya pelaku kreatif, tetapi juga sebagai ruang pengembangan keterampilan dan kolaborasi untuk melahirkan karya bernilai ekonomi.

Sejumlah bidang yang dapat dikembangkan melalui ekosistem tersebut antara lain desain busana, penulisan fiksi, perfilman, kuliner, hingga seni pertunjukan. Pemerintah Kota Makassar juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan media sosial untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas jangkauan pasar.

“Melalui Makassar Creative Hub, kami dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja baru bagi generasi muda dengan memanfaatkan teknologi, sistem kecerdasan buatan, dan ekspansi media sosial,” tutur Munafri.

Salah satu aspek yang ditekankan dalam program tersebut adalah akses gratis bagi masyarakat. Dengan pendekatan ini, anak muda diharapkan memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan dan merintis usaha tanpa terbebani biaya program.

Munafri menegaskan, investasi pada kreativitas generasi muda bukan sekadar upaya mengembangkan bakat, tetapi juga bagian dari strategi membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Partisipasi Makassar dalam United Nations Forum of Mayors 2026 sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan dan pengalaman dengan kota-kota lain di dunia. Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Makassar memperkenalkan pendekatan pembangunan yang menempatkan keselamatan manusia dan potensi generasi muda sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan perkotaan masa depan. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com