MAKASSAR- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel, Rabu (11/10) menggelar aksi solidaritas terhadap kekerasan yang menimpa sejumlah Jurnalis, saat melakukan peliputan pembubaran unjuk rasa di Alun-alun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah 2 hari sebelumnya.
Puluhan Jurnalis Televisi, bersama wartawan media cetak dan online yang ada di kota Makassar tersebut, melaksanakan aksi dengan cara membakar Lilin, di depan Monumen Mandala, Jl. jendral Sudirman, Makassar, dengan dipimpin langsung Ketua IJTI Sulsel Hudzaifah Kadir.
Menurut Zeva, sapaan akrab Ketua IJTI Sulsel, aksi bakar lilin tersebut merupakan bentuk kecaman terhadap pihak-pihak yang selama ini dianggap berupaya meredupkan profesi Jurnalis, sementara di lain sisi kehadiran Jurnalis selalu mencerahkan masyarakat melalui informasi-informasi yang disajikan.
Dalam pernyataan sikap serentak IJTI Pusat yang dibacakan dalam aksi tersebut, IJTI menyatkan mengutuk dan mengecam keras, aksi kekerasan yang menimpa sejumlah Jurnalis di Purwokerto Jawa Tengah.
Selain itu IJTI juga meminta Setwilda Banyumas, Kapolda Jateng dan Kapolres Banyumas untuk bertanggung jawab atas terjadinya aksi kekerasan yang menimpa sejumlah jurnalis dan terjadi di wilayah hukumnya, serta meminta pelaku kekerasan untuk diseret ke meja hijau dan dijatuhi hukuman yang setimpal.
Dalam pernyataan sikap tersebut juga digambarkan kronologis kejadian kekerasan, yang berawal saat, sejumlah wartawan Media cetak dan elektronik setempat, sedang meliput pembubaran paksa aksi demo masa di Alun-alun Purwokerto.
Wartawan Metro TV, Darbe Tyas yang saat itu berada agak jauh dari kerumunan masa didatangi petugas Satpol PP dan kepolisian, secara tiba-tiba dipukuli bahkan Darbe diseret oleh puluhan petugas hingga ke halaman Setda Banyumas.
Aksi brutal tersebut baru berhenti ketika Darbe tidak berdaya dan menghapus seluruh gambar hasil rekamannya. Ironisnya petugas meninggalkan begitu saja korban tergeletak tak berdaya.
Selain Darbe Tyas, sejumlah wartawan yang menjadi korban aksi pukul dan tendang aparat tersebut antara lain Agus Wahyudi dan Dian Aprilia ( Suara Merdeka), Auliya Hakim (Satelit Pos), dan Wahyu (Radar Banyumas). (B45/464ys)

















