JAKARTA – Gunung Agung di pulau wisata Bali kembali mengalami Erupsi freatik yang terjadi pada Sabtu (25/11).
Namun, pihak berwenang mengatakan tingkat peringatan yang dikeluarkannya tetap tidak berubah.
Badan Mitigasi Bencana Nasional mengatakan kepulan abu dari Gunung Agung mencapai ketinggian 1.500 meter setelah erupsi pukul 5:30 petang.
Kepala Pusat Daya Informasi dan Humas BNPB , Sutopo Purwo Nugroho mengatakan status tingkat peringatan gunung berapi itu tetap pada tingkat kedua tertinggi. Belum ada peningkatan kegiatan seismic, katanya.
Letusan hari Sabtu dan Selasa keduanya relatif kecil. Zona terlarang sekeliling gunung berapi itu sampai jarak 7,5 kilometer dari kawah di beberapa tempat.
Dari kutipan twitter Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa hingga pukul 22.50 Wita, erupsi Gunung Agung masih terus berlangsung. Di juga menuliskan bahwa di beberapa tempat masih terjadi hujan abu cukup tebal. Diapun menghimbau agar masyarakat evakuasi mandiri kembali meninggalkan desa di radius 6-7,5 km.
Sedikitnya 25 ribu orang belum dapat pulang ke rumah mereka sejak September, ketika gunung Agung menunjukkan tanda-tanda kegiatan untuk pertama kalinya dalam lebih setengah abad.
Berdasarkan data, letusan dahsyat Gunung Agung terakhir terjadi pada tahun 1963 dan menewaskan kira-kira 1.100 orang.
[VOA/4LD]
Hingga 25/11/2017 pukul 22.50 Wita, erupsi Gunung Agung masih terus berlangsung. Di beberapa tempat terjadi hujan abu cukup tebal. Masyarakat evakuasi mandiri kembali meninggalkam desa di radius 6-7,5 km. pic.twitter.com/3CwwbVP7FE
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017
Terlihat nyala api atau bara di puncak Gunung Agung pada 25/11/2017 pukul 23 WITA. Asap kelabu hitam masih terus keluar dari kawah. Tim PVMBG masih terus menganalisis dan memantau intensif erupsi Gunung Agung. pic.twitter.com/LBGe6xkBj4
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_BNPB) November 25, 2017

















