Advertisement - Scroll ke atas
Peristiwa

Banjir Melanda Jakarta dan Sejumlah Daerah, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

607
×

Banjir Melanda Jakarta dan Sejumlah Daerah, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Banjir Melanda Jakarta dan Sejumlah Daerah, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di berbagai wilayah Indonesia hingga Selasa (29/10/2025) pukul 07.00 WIB. Laporan terbaru menunjukkan sejumlah daerah terdampak banjir dan tanah longsor, termasuk Jakarta, Sukabumi, dan Pati.

JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di berbagai wilayah Indonesia hingga Selasa (29/10/2025) pukul 07.00 WIB. Laporan terbaru menunjukkan sejumlah daerah terdampak banjir dan tanah longsor, termasuk Jakarta, Sukabumi, dan Pati.

Peristiwa paling menonjol terjadi di Jakarta setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur ibu kota pada Selasa (28/10). Kali Ciliwung meluap dan menyebabkan banjir di enam kelurahan, yakni Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, Cililitan, dan Pejaten Timur. Akibatnya, sedikitnya 584 Kepala Keluarga atau 1.825 jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 100 sentimeter.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

BPBD DKI Jakarta segera mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap lokasi terdampak. Bersama instansi terkait, petugas melakukan penyedotan air, memastikan saluran berfungsi baik, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.

Sementara itu, BNPB juga memantau perkembangan bencana di Sukabumi, Jawa Barat. Banjir yang melanda pada Senin (27/10) dilaporkan telah surut pada Selasa (28/10). Tim gabungan masih membersihkan material lumpur di 14 desa di Kecamatan Cisolok dan Cikakak. BPBD Sukabumi mendirikan posko pengungsian di Lapangan Eks Sinar Ciomas dan SDN 1 Cisolok, serta posko bencana dan dapur umum di Kantor Kecamatan Cisolok.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok. Tim gabungan telah menurunkan alat berat untuk pembersihan material longsor, sementara BPBD menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga. Dari lima titik longsor, satu titik di Desa Sukarame masih dalam tahap pembersihan dan belum bisa dilalui kendaraan, sedangkan akses di Desa Gunung Keramat dan Karangpapak juga masih terbatas.

BNPB turut melakukan pendampingan melalui pengerahan personel reaksi cepat dan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat. Pada Senin (27/10), dua sorti penerbangan dilakukan dalam rangka menekan potensi hujan deras. Data curah hujan hingga pukul 19.07 WIB menunjukkan penurunan intensitas hujan hingga 75 persen.

Di wilayah Jawa Tengah, banjir di Kabupaten Pati juga mulai surut. Banjir sempat merendam lima desa di Kecamatan Batangan dan Juwana pada Minggu (26/10) setelah tanggul Sungai Widodaren dan Gandam jebol. Akses jalan desa yang sebelumnya terputus kini telah bisa dilalui, dan tim gabungan melakukan perbaikan tanggul sebagai langkah penanganan darurat.

BNPB yang mendampingi penanganan di Pati juga menyalurkan bantuan logistik dan peralatan bagi warga serta BPBD setempat. Operasi modifikasi cuaca turut dioptimalkan dengan enam sorti penerbangan di wilayah Jawa Tengah pada Senin (27/10).

Menyikapi meningkatnya potensi cuaca ekstrem, BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, dan pohon tumbang. Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem peringatan dini serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

BNPB juga mengingatkan warga untuk berhati-hati beraktivitas di luar rumah saat hujan deras disertai petir, menjauhi area rawan bencana, dan terus memantau informasi cuaca resmi agar langkah antisipasi dapat dilakukan sedini mungkin. (*)

error: Content is protected !!