Memuat Ramadhan…
Memuat cuaca…
Pangkep

PKH Peduli Bantu Ibu Penjahit Sendal Hias di Pangkep

605
×

PKH Peduli Bantu Ibu Penjahit Sendal Hias di Pangkep

Sebarkan artikel ini

PANGKEP, — Program Keluarga Harapan (PKH) Minasatene Peduli (MP) yang di gagas oleh SDM PKH Kabupaten Pangkep, pada Senin (28/01/2019), memberikan bantuan kepada Ibu Hadoria, yang tercatat sebagai warga meskin di Kelurahan Biraeng , Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep.

Hadoria keluarga sasaran yang sangat meskin dan rumah di tempatinya sekarang sangtlah menyedihkan dan taklayak untuk dihuni. sebuah rumah berukuran 3×4 meter berdinding anyaman, Seng dan atap seng. Rumah mereka terlihat sangatlah rapuh.

” Untuk bulan Januari ini, Kebetulan Ibu Hadoria adalah warga yang terpilih mendapat bantuan dari program PKH peduli. Bantuan yang diberikan adalah berupa uang tunai bersyarat dari Program Keluarga Harapan. Dan ibu Hadoria juga dapat bantuan dana KUBE untuk kelompoknya. Semua dari Kementerian Sosial (komensos) , “kata Megawati Putri Rajab, Pendamping PKH Peduli dan Korcam di Kecamatan Minasetene.

Untuk saya sebagai pendamping sangat bersyukur karena memiliki kesempatan menyaksikan manfaat PKH ini bagi masyarakat pra sejahtera. Dengan bantuan ini banyak memberikan kebahagiaan kepada ibu-ibu keluarga penerima manfaat, sebagai upaya pemerintah memutuskan rantai kemiskinan. Dan melalui program bulanan PKH Peduli, kami berbagi sembako dan sejumlah uang kepada masyarakat pra sejahtera baik peserta PKH maupun non peserta PKH.

“Untuk bulan Januari ini, sudah jadi agenda ketiga PKH Peduli yang juga kami berikan kepada keluarga ibu Hadoria,”jelasnya.

Sementara, Seorang ibu peserta Program Keluarga Harapan (PKH) , namanya ibu Hadoria yang bekerja membantu suaminya seorang penjual Es putar keliling pelosok Kampung. ibu itu bernama Hadoria berusia (40) tahun dan suaminya bernama M.Agus memiliki delapan orang anak dan salah satunya adalah penyandang desabelitas.

Ibu Hadoria merasa sangat beruntung menjadi peserta PKH sejak tahun 2013 hingga saat ini, beliau merasa sangat beruntung dan berterima kasih kepada pemerintah atas segala manfaat PKH telah dirasakan.

“Saya menjadi peserta PKH dari tahun 2013 sampai sekarang. Tahun 2013 saya pernah menerima bantuan PKH melalui Kantor Pos. Tapi sejak tahun 2017, saya punya kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berfungsi sebagai ATM, jadi kalau mauki terima uang sisa di Bank Mandiri, baru dapat maki uang 500 ribu,” kata Hadoria, tercatat sebagai warga meskin di Pangkep.

Bantuan uang diterima dari PKH, Hadoria mengatakan bahwa uang ini hanya keperluan sehari-hari, seperti perekapan Dapur dan kebutuhan sekolah anak-anakku. Karena tidak seberapaji penghasilanna suamiku.

“Alhamdulillah, dengan adanya PKH Peduli, kami sangat terbantu, apalagi anak kami dapat beasiswa. Cukuplah kami berdua sebagai orang tua, hidup kami seperti ini (penuh keterbatasan), tapi jangan anak-anak kami,”tangis kebahagiaan Hadoria.

Anak pertama mereka bernama Ansar (24) ia telah menyelesaikan bangku sekolahnya, dan telah bekerja sebagai gojek di kota Makassar dan adiknya bernama Tenriani (22) bekerja sebagai buruh di Kima, Agustina (20), masih duduk di bangku SMKN 3 Pangkep Kelas 3 dan adiknya Tiarawati (17 tuna rungu wicara ) hanya membantu ibu nya menjahit sendal hias , sedangkan, Fitriani (16) SMPN 1 Minasatene, Farhan (10) SD 17 Langnga -langnga dan Ismail (6) masih di bangku PAU , Magfira berusia dua tahun. [SHR]

error: Content is protected !!