TAKALAR, Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) selama 2 minggu terhitung sejak 17 Juni 2019, melakukan kegiatan Identifikasi masalah kesehatan di 9 desa yang ada di kecamatan Polongbangkeng Utara, kabupaten Takalar.
Kesembilan desa tersebut adalah meliputi Desa Lassang Barat, Desa Lassang, Desa Kampung Beru, Desa Towata, Desa Barugayya, Desa Massamaturu, Desa Balang Tanaya, Desa Ko’mara, dan Desa Kale Ko’mara.
Identifkasi masalah kesehatan yang dilaksanak dalam PBL 1 menurut Koordinator kecamatan Mahasiswa FKM Unhas, Renaldi dilakukan bertujuan untuk pengumpulan data masalah kesehatan yang ada pada wilayah tersebut dan membuat prioritas masalah.
Lebih lanjut melalui Pers releasenya yang diteriam mediasulsel.com, Senin (1/7) Renaldi mengatakan, bahwa PBL 1 yang diikuti seluruh mahasiswa kesehatan masyarakat angkatan 2017 ini merupakan proses belajar untuk mendapatkan dan meningkatkan kemampuan professional kesehatan masyarakat yang merupakan kemampuan spesifik dari seorang tenaga kesehatan masyarakat.
Aspek-aspek pendataan pada PBL 1 ini antara lain menyangkut akses ke fasilitas pelayanan kesehatan, gangguan jiwa dalam rumah tangga, kesehatan lingkungan, kepemilikan asuransi kesehatan, penyakit menular, penyakit tidak menular dan perilaku, pengetahuan dan sikap terhadap HIV dan AIDS, kesehatan ibu dan balita.
Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan menunjukkan bahwa 5 dari 7 unsur pendataan menjadi masalah kesehatan di Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar.
Ke-5 unsur tersebut adalah, kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap HIV dan AIDS, Kepemilikan asuransi kesehatan(BPJS), Tingginya kejadian penyakit tidak menular antara lain, hipertensi, diabetes melitus, dan rematik, serta penyakit menular seperti TBC, hepatitis, dan diare, minimnya konsumsi buah di masyarakat, penanganan sampah kurang tepat, dan kepemilikan saluran pembuangan air limbah (SPAL) di rumah tangga.
Selanjutnya menurut Renaldi dari hasil analisis data yang dikumpulkan tersebut, kemudian akan ditentukan skala prioritas masalah untuk disusunkan program kerja guna menyelesaikan masalah-masalah tersebut serta akan diintervensikan pada PBL 2 nantinya.
Ditemui secara terpisah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, mengatakan, bahwa PBL dilaksanakan dalam 3 tahap, dengan urutan PBL 1 Pengumpulan data dan penentuan prioritas masalah kesehatan, PBL 2 membuat intervensi program dari masalah yang ditemukan sebelumnya, dan PBL 3 bersifat evaluasi tetapi juga diharapkan ada intervensi program jika diperlukan.
“Mengingat pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat maupun mahasiswa, pimpinan fakultas terus memberikan dukungan baik pada tingkat mahasiswa maupun pada tingkat pengelola untuk mewujudkan pelaksanaan PBL yang semakin baik,” pungkasnya. (*/464ys)

















