PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • 45 Tahun BKMT, Syifa Fauzia Lanjutkan Estafet Tutty Alawiyah • 94 Nyawa Melayang Pasca-Gempa NTT, Menagih Kehadiran Negara di Masa Krisis • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • 45 Tahun BKMT, Syifa Fauzia Lanjutkan Estafet Tutty Alawiyah • 94 Nyawa Melayang Pasca-Gempa NTT, Menagih Kehadiran Negara di Masa Krisis •
Internasional

Senat Akan Gelar Sidang Pemakzulan Presiden Trump

748
×

Senat Akan Gelar Sidang Pemakzulan Presiden Trump

Sebarkan artikel ini
Pemakzulan Presiden Trump

Ketua DPR Amerika Nancy Pelosi hari Rabu (15/1) mengirimkan pasal-pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump ke Senat, setelah empat minggu perdebatan tentang aturan persidangan yang dapat menurunkan presiden dari jabatannya. Tetapi, seperti dilaporkan oleh koresponden VOA di Kongres Katherine Gypson, Senat yang dikuasai oleh Partai Republik akan mempertimbangkan bukti-bukti dan memutuskan apakah Trump harus dipecat dari jabatannya.

Dalam upacara yang langka, proses impeachment atau pemakzulan presiden Amerika telah pindah dari Dewan Perwakilan Rakyat ke Senat, empat minggu setelah DPR yang dikuasai oleh Partai Demokrat memakzulkan Trump.

Dalam upacara itu, Ketua DPR Nancy Pelosi di antaranya menyatakan: “Dewan Perwakilan memakzulkan presiden Amerika Serikat, pemakzulan yang akan melekat selamanya.”

Pelosi menunjuk tujuh anggota Kongres sebagai manajer pemakzulan, di antaranya, ketua Komite Intelijen DPR Adam Schiff dan ketua Komite Kehakiman Jerry Nadler yang akan bertindak sebagai penuntut dalam pengadilan terhadap Presiden Trump di Senat.

Mengenai rencana sidang itu, Nadler merasa telah memiliki bukti-bukti yang mendukungnya. “Dokumen-dokumen baru dan para saksi tambahan telah muncul yang tidak diragukan lagi menunjukkan kesalahan presiden dan kami telah mengungkap upaya-upaya sebagian anggota Senat untuk mengadakan sidang palsu. Rakyat Amerika mengerti bahwa sidang tanpa bukti, tanpa saksi berarti sama dengan tidak ada sidang sama sekali, tapi sekedar usaha menutup-nutupi kesalahan, dan itu tidak akan bisa terus bertahan,” jelasnya.

Partai Demokrat akan berusaha membuktikan bahwa Presiden Trump menyalahgunakan kekuasaan kepresidenan dengan meminta campur tangan asing untuk pemilihan 2020 dalam pembicaraan telepon tanggal 25 Juli dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelinskiy. Pelosi telah menunda pengiriman pasal-pasal pemakzulan itu ke Senat dalam upaya yang gagal untuk memaksa pemimpin Fraksi Mayoritas (Republik) Senat Mitch McConnell menyetujui permintaan Partai Demokrat untuk mengajukan saksi-saksi.

Mitch McConnell memberikan alasannya. “Ini bukan tentang nuansa bantuan luar negeri ke Eropa Timur, tapi merupakan politik partisan terang-terangan selama ini.”

McConnell mengatakan masing-masing pihak harus mempresentasikan kasus mereka sebelum pemanggilan para saksi dapat dipertimbangkan. Pandangan demikian didukung oleh senator Republik lainnya, John Kennedy.

“Setelah kita benar-benar tahu apa yang kita bicarakan dalam hal bukti, dan kasus penuntutan dan kasus pembelaan, kita dapat mempertimbangkan apakah kita perlu mendengar tentang bukti-bukti tambahan, dan apakah kita perlu mendengar dari saksi-saksi lain,” kata Senator John Kennedy.

Gedung Putih mengatakan kepada para wartawan bahwa pembelaan terhadap Presiden Trump akan sangat mudah, dan persidangan hanya akan berlangsung dua minggu.

“Mereka memiliki tuduhan palsu. Mari kita bereskan,” tandas Trump.

Tetapi sidang pemakzulan terakhir – terhadap Presiden Bill Clinton pada tahun 1999 – berlangsung lebih dari sebulan. Proses itu di Senat yang dikuasai oleh Partai Republik, ditetapkan akan dimulai hari Kamis dengan acara pengambilan sumpah terhadap para senator oleh Ketua Mahkamah Agung Amerika John Roberts – di mana mereka akan mempertimbangkan bukti-bukti dan memutuskan apakah Trump harus dipecat dari jabatannya. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com