MAKASSAR—Ajang Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2022 yang sedianya dihelat Yayasan Mustika Ratu pada Maret 2022 ini, karena Pandemi Covid-19 masih meningkat harus ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Namun Wakil Sulsel 2, Dini Nur Fitri mengaku tetap fokus menatap ajang tahunan tersebut dengan lebih mempersiapkan diri dalam advokasi UMKM.
Kepada Mediasulsel.com, Jumat (4/03/2022) Mantan Pramugari Garuda Indonesia peraih Flight Attendant Garuda Indonesia maintaining the Best Cabin Crew in the World for 5 times in a row ini mengaku telah bersiap untuk menghadapi Grand Final PPI 2022 dengan mengusung misi pengembangan UMKM.
Lebih lanjut Dini menuturkan, Pandemi Covid-19 telah memberikan banyak dampak tidak hanya terhadap kesehatan saja tetapi juga memengaruhi salah satu sektor lainnya yakni perekonomian yang juga mengalami dampak serius.
“Meningkat atau menurunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya keterlibatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” beber Puteri Indonesia Favorit Sulawesi Selatan 2022 dan Puteri Indonesia Favorit Kepulauan Sulawesi 2022 tersebut.
Sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 4, lanjut Dini, bahwa UMKM merupakan bagian dari perekonomian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai generasi muda, yang merupakan bagian dari agen perubahan dengan mendukung dan mendorong UMKM untuk lebih berdaya, berinovasi, beradaptasi dengan memiliki kecakapan digital sehingga siap bersaing global di era digitalisasi,” urai Finalis Supermodel Indonesia 2017 itu.
Masih menurut None DKI Jakarta 2017, di era digitalisasi, UMKM juga harus beradaptasi menuju ekosistem digital untuk bisa mencakup pasar lebih luas.
“Sebagai Finalis Puteri Indonesia 2022 saya ingin memperluas LaDaRa, sebuah aplikasi belanja berbasis produk lokal, agar masyarakat bisa mendapatkan produk lokal dengan mudah dan cepat. Selain itu saya juga ingin mengajak dan menginspirasi generasi muda untuk bangga dan menggunakan produk lokal yang tidak kalah bagusnya dengan produk luar,” lanjut pemilik tinggi badan 170 cm tersebut.
Untuk diketahui juga, bahwa pofesinya sebagai Konsultan Komunikasi di sebuah perusahaan pertambangan nikel Indonesia, perempuan kelahiran 19 Februari 1996 dan besar di Sorowako Sulawesi Selatan ini ternyata juga dipercayakan menjadi Brand Ambassador sebuah aplikasi belanja berbasis produk lokal yaitu LaDaRa.
“Jadi saya juga disibukkan dengan memperluas informasi tentang LaDaRa, yang bertujuan untuk mewadahi UMKM dengan ekosistem digital ekonomi dengan memberikan pendampingan, pelatihan seperti memanfaatkan informasi dan teknologi digital secara optimal, teknik pemasaran, berinovasi dalam memproduksi barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan pasar,” tukas jebolan Universitas Moestopo Jakarta ini.
Terkait hal tersebut Pehobby Gym dan traveling ini juga berharap mendapatkan dukungan dari semua lini, mengingat UMKM Indonesia memiliki peranan penting untuk menopang ekonomi bangsa. (70n)













