MAKASSAR – Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018 mengedukasi masyarakat, terkait pentingnya mewaspadai gula tersembunyi yang ternyata banyak dikonsumsi setiap hari. Terutama karena risiko yang ditimbulkannya terhadap masalah karies atau gigi berlubang.
Hal ini mengemuka pada program Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unhas Makassar yang berlangsung mulai 11-13 Oktober 2018. Dengan tema tahun ini, yaitu “Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi”.
Kegiatan ini diselenggarakan salah satu brand perawatan kesehatan gigi dan mulut, Pepsodent bekerjasama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Glgi Indonesia (AFDOKGI)
Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc menjelaskan, edukasi ini dipercaya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Makassar.
“Sebab, selain ragam penganan khas Makassar yang memang dikenal dengan cita rasanya yang manis. Ternyata banyak pula kuliner lokal yang meskipun tidak bercitarasa manis namun memiliki kandungan gula tersembunyi,” papar drg Ratu Mirah.
Misalnya, lanjut Ratu Mirah, makanan wajib masyarakat Makassar yaitu buras yang terbuat dari beras dan santan, atau menu-menu seperti Konro, Coto Makassar, Pallu Basa, dan banyak lainnya.
“Tahun ini merupakan tahun ke-9 pelaksanaan BKGN di kota Makassar. Di setiap pelaksanaannya kami selalu mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat setempat. Artinya, warga Makassar memang memiliki kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut mereka,” jelasnya.
Sejak diluncurkan 2010, melalui pelaksanaan BKGN Pepsodent, PDGI dan AFDOKGI berkomitmen mengedukasi, memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
“Setelah terakhir kali melayani 1.000 orang, tahun ini kami memiliki target untuk memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi ke 1.000 orang masyarakat Makassar dan sekitarnya,” terangnya.
Sekaligus membiasakan masyarakat Indonesia merawat kesehatan gigi dengan menyikat gigi pada pagi dan malam hari, serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.
“Setiap tahunnya, kami selalu mengangkat berbagai tema menarik dan terkini. Tahun ini, tema risiko gula tersembunyi terhadap kesehatan gigi dan mulut menjadi pilihan karena ternyata masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa makanan atau minuman yang tidak manis sekalipun dapat mengandung gula penyebab gigi berlubang,” lanjut drg. Mirah. [bas/shar]


















