Advertisement - Scroll ke atas
Otomotif

Feroza, Si Gagah Era 90-an yang Masih Jadi Buruan Pecinta Off-Road

1496
×

Feroza, Si Gagah Era 90-an yang Masih Jadi Buruan Pecinta Off-Road

Sebarkan artikel ini
Feroza, Si Gagah Era 90-an yang Masih Jadi Buruan Pecinta Off-Road
Bagi generasi 90-an, nama Feroza tak asing di telinga. Mobil berdesain gagah ini sempat menjadi simbol ketangguhan dan kebebasan di jalanan Indonesia. Kini, meski produksinya telah lama dihentikan, Feroza justru kembali naik daun sebagai buruan para pecinta mobil retro dan off-road.

MAKASSAR—Bagi generasi 90-an, nama Feroza tak asing di telinga. Mobil berdesain gagah ini sempat menjadi simbol ketangguhan dan kebebasan di jalanan Indonesia. Kini, meski produksinya telah lama dihentikan, Feroza justru kembali naik daun sebagai buruan para pecinta mobil retro dan off-road.

Feroza pertama kali mengaspal di Indonesia pada awal tahun 1993. Diproduksi oleh Astra Daihatsu Motor, mobil ini hadir sebagai varian SUV berbodi tangguh namun tetap nyaman digunakan di medan perkotaan. Basisnya diambil dari Daihatsu Rugger atau Rocky, namun versi Indonesia menggunakan penggerak dua roda (4×2) untuk menekan harga dan pajak, membuatnya lebih terjangkau dibandingkan SUV 4×4 pada umumnya.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Secara tampilan, Feroza tampil dengan desain kotak khas SUV era itu, lengkap dengan ground clearance tinggi dan ban cadangan di pintu belakang. Mesin yang digunakan adalah HE-E 1.6 liter berkarburator, tenaga memang tak begitu besar, namun cukup andal untuk kebutuhan harian maupun lintas medan ringan.

Feroza langsung mendapat tempat di hati penggemar SUV. Tak hanya karena desainnya yang maskulin, tapi juga karena daya tahan dan kemudahan perawatan. Ia kerap dijuluki “mobil cowok banget” oleh pecintanya.

Namun, perjalanan Feroza tak berlangsung lama. Pada 1999, produksinya dihentikan seiring bergesernya tren mobil di Indonesia dan makin ketatnya persaingan di kelas SUV. Feroza pun resmi pensiun tanpa ada generasi penerus.

Menariknya, justru setelah dua dekade lebih tak diproduksi, popularitas Feroza kembali bangkit. Komunitas pengguna Feroza tumbuh subur di berbagai daerah, termasuk di Makassar dan Sulawesi Selatan. Para penggemar kerap memodifikasi Feroza dengan sentuhan gaya off-road ekstrem, dari suspensi tinggi hingga ban besar. Tak sedikit pula yang mempertahankan keasliannya sebagai mobil klasik.

Harga Feroza bekas saat ini cukup stabil, bahkan cenderung naik. Di pasaran mobil bekas, unit Feroza dalam kondisi terawat bisa dihargai antara Rp30 juta hingga Rp70 jutaan, tergantung orisinalitas dan kondisi bodi. Komunitas seperti Feroza Community Indonesia (FCI) juga aktif melakukan touring, bakti sosial, hingga event tahunan yang mempertemukan ratusan unit dari berbagai provinsi.

Tak bisa dimungkiri, Feroza bukan sekadar mobil tua. Bagi pemilik dan penggemarnya, Feroza adalah bagian dari gaya hidup, simbol kejantanan, dan bukti bahwa desain tangguh tak lekang dimakan zaman. (Ag4ys)

error: Content is protected !!