Tim penyelamat berjalan di samping gedung South Green Marketing tiga lantai yang runtuh di Padada, Provinsi Davao del Sur, Filipina selatan, Senin 16 Desember 2019. (Foto: AP)

DUNIA – Gempa mengguncang wilayah tengah Filipina, Selasa pagi (18/8). Akibatnya, sejumlah rumah, jalan dan jembatan, serta sebuah pelabuhan rusak parah.

Seorang pejabat Provinsi Masbate, Rino Revalo, mengatakan, gempa itu membuat banyak orang panik dan berlarian ke luar rumah. Gempa itu sendiri diikuti sebuah gempa susulan. Belum ada laporan mengenai korban tewas dan perkiraan nilai kerusakan fisik.

Revalo mengatakan kepada televisi ABS-CBN, sebuah rumah bertingkat tiga ambruk di kota pantai Cataingan. Seorang pensiunan polisi dan keluarganya terjebak di dalam rumah itu. Usaha pertolongan masih berlangsung untuk menyelamatkan mereka.

Seorang warga Cataingan mengatakan, motornya seperti terombang-ambing ke kiri dan ke kanan saat melaju di jalanan.

Ia mengira ban motornya bermasalah, dan baru sadar sedang mengalami gempa ketika banyak orang berlarian ke luar rumah sambil meneriakkan kata “gempa.”

Lembaga Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengatakan, gempa berkekuatan 6,6 skala Richter (SR) itu berpusat di sebuah kawasan sekitar 5 kilometer dari Cataingan pada kedalaman 21 kilometer.

Renato Solidum, kepala lembaga itu mengungkapkan, tidak ada ancaman tsunami menyusul gempa tersebut. Gempa yang diakibatkan pergerakan Lempeng Filipina ini terasa di sejumlah provinsi di sepanjang kawasan Visayas Tengah.

Filipina terletak dalam cincin api Pasifik atau daerah yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik yang terdiri dari lebih dari 450 gunung berapi.

Daerah berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40 ribu kilometer ini sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Sebuah gempa berkekuatan 7,7 SR menewaskan hampir 2.000 orang di Filipina pada 1990. [voa]