MAKASSAR – Tiga hari pasca kebakaran yang menewaskan warga kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Sabtu (28/10/2017). Nampak rumah korban masih terlihat bekas kebakaran, belum ada tanda-tanda rumah untuk kembali di tinggali.
Menurut warga di sekitar rumah korban, Hj Musdalifa (36) mengatakan bahwa semenjak kejadian kamis malam (26/10) pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran belum pernah datang berkunjung, mungkin masih dalam suasana berduka.
Diketahui korban tinggal tujuh orang, terdiri dari suami serta tiga orang anak laki-laki yang masih bersekolah. Korban bernama Fitria dan neneknya yang juga merupakan warga pendatang di kenal dengan sosok yang pendiam, jarang keluar rumah. Almarhum meninggal setelah berusaha keluar rumah yang berusaha melawan api yang diakibatkan oleh lilin pada saat mati lampu.
“itu ibu jarang ki keluar rumah, pergi ji na antar sekolah anaknya baru pulang, jarang ki diliat keluar rumah, tapi kalau neneknya orangnya tinggi besar,” terang Hj Musdalifa.
Selain itu, tetangga almarhum yang paling dekat dari rumah bernama Muhajirah (26) mengaku sangat kehilangan sosok ibu fitria. Menurutnya selama bertetangga beliau tidak pernah marah apalagi mau bermusuhan. Dia juga mengaku semasa hidupnya almarhum sering berbagi makanan.
“Baik kodong ini ibu, tidak pernah ki na susahi selaluki nakasih makanannya,” sedih ibu Muhajirah terlihat matanya berkaca-kaca.
Sementara itu, sejumlah anak kecil yang juga teman bermain anak almarhum mengatakan pada jurnalis Mediasulsel.com, semenjak kebakaran itu yang mengakibatkan meninggalnya keluarga ibu fitria pada malam hari mereka sudah masuk ke dalam rumah.
“Anu ini om, semenjak itu tidak pernah maki keluar rumah kalau pulang mengaji di masjid-masjid mengaji karenakan pernah ki mendengar suara minta tolong dari dalam rumahna rafa,” ujarnya. (alf/shar)









