Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Kekayaan Alam Berjaya, Tapi Lamban Sejahtera

962
×

Kekayaan Alam Berjaya, Tapi Lamban Sejahtera

Sebarkan artikel ini
Kekayaan Alam Berjaya, Tapi Lamban Sejahtera
Masitah (Pegiat Media Maros)

OPINI—Kemiskinan di Papua diklaim turun berdasarkan peningkatan IPM dan menurunnya tingkat kemiskinan. IPM Papua pada 2010 mencapai 54,45 persen. Angka itu meningkat menjadi 61,39 di 2022. Senada, IPM Papua Barat pada 2010 mencapai 59,60, yang kemudian naik menjadi 65,89 pada 2022.

Sementara, tingkat kemiskinan mengalami penurunan signifikan. Yakni dari 28,17 persen di Maret 2010 di Papua menjadi 26,56 persen di 2022. Senada, Papua Barat juga mengalami penurunan dari 25,82 persen pada 2010 menjadi 21,33 persen di 2022.

Disebutkan pula angka harapan hidup mengalami kenaikan. Rinciannya untuk Papua, dari 64,31 pada 2010 menjadi 71,85 tahun pada 2022. Papua Barat juga naik dari 64,59 di 2010 menjadi 66,46 pada 2022. (CNN Indonesia, 11/06-2023)

Perubahan penurunan angka kemiskinan di Pulau Papua tentu menjadi apresiasi yang sangat luar biasa. Pembangunan berkelanjutan yang terus digalakkan di tanah Papua tidak ada hentinya.

Mulai dari pembangunan infrastruktur sampai ke manusianya. Jika melihat perkembangannya menunjukkan keberhasilan. Namun bisa dikatakan cukup lambat karena membutuhkan waktu 10 tahun untuk naik 8% dalam 10 tahun terakhir. Mengapa demikian?

Tanah Papua memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar. Hasil bumi yang terkandung di dalamnya sangat berlimpah. Apabila dikelola dengan baik dan benar tentu saja bisa memakmurkan bahkan mensejahterakan masyarakat disana sejak puluhan tahun lalu.

Sebut saja hasil tambangnya yang tidak ada habisnya, belum lagi hasil lautnya sebab Papua terkenal dengan pulau-pulaunya. Ditambah potensi sumber daya hutannya yang masih besar pula dan sebagian masih virgin.

Hal ini menunjukkan bahwa Papua menyimpan jutaan sumber daya alam besar yang bisa dimanfaatkan dan hasilnya bisa mensejahterakan seluruh rakyat bukan hanya Papua. Namun dilain sisi, sebelumnya Papua menjadi daerah tertinggal. Selain itu, menjadi salah satu daerah rawan konflik.

error: Content is protected !!