Bisnis

Kopi Luwak Dampit, Cita Rasa Tradisional Yang Mendunia

Kopi luwak Dampit

MEDIASULSEL.com,- Pecinta kopi sejati selalu mencari kopi yang memiliki cita rasa yang khas dan memberikan nuansa berbeda ketika menyruputnya, sehingga tidak jarang diantara mereka yang rela mengorbankan waktu hanya sekedar untuk berburu rasa-rasa kopi yang berbeda dan khas.

Kehadiran kopi luwak dampit yang mulai diproduksi sejak pertengahan tahin 2013, setelah menjalani proses survey dan eksperimen sejak tahun 2009, hingga akhirnya ditemukannya cita rasa yang sesuai oleh sang pengagas sekaligus owner Kopi Luwak Dampit, Mistono dan Daniel Prasetyo.

Kemampuan meracik kopi Mistono, menurut salah seorang sahabat Mistono, Dayat, diperoleh dari pengalaman pria kelahiran Dampit, Malang, Jatim ini, meracik kopi di tempat kerjanya terdahulu, sebuah perusahaan kopi di Malang selama 5 tahun, menjadi modal baginya untuk merintis bisnis kopi luwak.

Degor panggilan akrab Dayat menjelaskan, bahwa awalnya Mistono membangun usaha kopi Luwak dengan diproduksi di rumahnya, Jalan Semeru Selatan, Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, baru kemundian memutuskan bergabung dengan Binaan UMKM Dinas Koperasi daerah setempat.

“Awalnya Mistono memproduksi kopi luwak Dampit ini hanya di rumahnya, kemudian dia memutuskan bergabung sebagai binaan UMKM Dinas Koperasi Kabupaten Malang, di situ dia mulai mengikuti sejumlah festival kopi hingga manca negara,” terang Degor.

Kopi luwak Dampit

Beberapa festival yang mengangkat nama Kopi Luwak Dampit selama ini, antara lain dalam Agrowisata 2014 di Bali, Kopi Nusantara 2015 di Grand City Surabaya, dan sebuah festival kopi di Singapura yang produknya langsung diminati di negeri singa laut itu.

Dengan kerap mengikuti ajang festival peracikan kopi, membuat Mistono semakin mahir dalam meracik kopi Luwak. Berkat kelihaiannya meracik kopi berskala internasional, Mistono pun kerap mewakili Malang ke ajang-ajang festival dan selalu mendapat predikat dan apresiasi baik.

Melihat prestasi dan kemampuan Mistono itulah, akhirnya Dinas Koperasi Kabupaten Malang memberikan apresiasi berupa memfasilitasinya dengan bantuan mesin kopi terstandar SNI yang mampu menghasilkan 15 kg kopi dalam waktu 15 menit. Selain itu Mistono juga diberikan kemudahan izin Depkes serta sertifikat halal MUI secara gratis.

Hingga saat ini, Mistono telah memiliki 10 varian kopi luwak standart hotel bintang lima dan 5 varian lainnya diperuntukkan untuk pasar menengah ke bawah. Yaitu Kopi Luwak Robusta, Kopi Luwak Arabika, Kopi Luwak Ekselsa, Kopi Arabika Gayo Aceh, Kopi Arabika Mandahiling Medan, Kopi Arabika Kintamani Bali, Kopi Arabika Bajawa Flores, Kopi Arabika Kalosi Toraja, Kopi Robusta Dampit, dan Kopi Rempah. Harganya pun bervariatif untuk kopi kualitas internasional itu, mulai Rp 200 ribu per/kg hingga Rp 2,5 juta per/kg untuk Kopi Luwak Ekselsa. Harganya yang tinggi karena kualitas kopi istimewa dan langka.(464ys)

Komentar Anda

Komentar Anda

Popular

Ke Atas