Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
MarosMedia Kampus

Mahasiswa Unhas Gerakkan Pemuda Tani Maros Lewat Program ALLOTANI

732
×

Mahasiswa Unhas Gerakkan Pemuda Tani Maros Lewat Program ALLOTANI

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unhas Gerakkan Pemuda Tani Maros Lewat Program ALLOTANI

MAROS—Semangat bertani generasi muda mendapat suntikan energi baru lewat program inovatif bertajuk “ALLOTANI” yang diluncurkan Tim PPK Ormawa KM PILAR Universitas Hasanuddin di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Senin (21/7/2025).

Program ini, yang merupakan singkatan dari Aktualisasi Sanggar Tani dalam Mendorong Diversifikasi Pangan Berkelanjutan Berbasis Smart Agriculture, hadir sebagai jawaban atas tantangan ketahanan pangan sekaligus upaya memberdayakan pemuda tani di wilayah pedesaan.

Mengusung pendekatan smart agriculture, ALLOTANI memadukan teknologi dan kearifan lokal. Mahasiswa bersama masyarakat merancang sistem pertanian presisi, seperti budidaya melon dengan metode hidroponik NFT berbasis IoT, irigasi tetes untuk tanaman sorgum, serta produksi pupuk organik dari limbah pertanian—baik biochar maupun bokashi. Semua itu bertujuan meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Lewat ALLOTANI, kami tidak hanya memperkenalkan teknologi, tapi juga membangun kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat, terutama pemuda desa,” jelas Fachrezi Haris, Ketua Tim PPK Ormawa KM PILAR Unhas, dalam peluncuran program tersebut.

Tak hanya bicara soal teknis pertanian, program ini juga menyentuh aspek lain seperti edukasi gizi berbasis sorgum, pelatihan kewirausahaan tani, dan penyusunan peta jalan pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Borikamase.

Kepala Desa Borikamase, Aswing, S. Pd.I, mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang menurutnya membawa semangat baru ke desanya.

“Kami merasa sangat terbantu. Ini bukan sekadar proyek sesaat, tapi bentuk pemberdayaan jangka panjang. Harapannya, program seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk desa lain,” ungkapnya.

Program ALLOTANI akan berlangsung selama lima bulan dan ditargetkan menjadikan Borikamase sebagai percontohan smart farming di kawasan pedesaan Sulawesi Selatan. Lebih dari itu, program ini menjadi wujud nyata sinergi antara kampus dan desa dalam membangun masa depan pertanian yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. (MP/Ag4ys)

 

Citizen Reporter : Achmad Burhanuddin

Konten dilindungi © Mediasulsel.com
Advertisement
×