MAKASSAR – Kesiapan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kebijakan penghentian praktik open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka. Di Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, partisipasi warga dalam memilah sampah dari sumbernya mulai menunjukkan perkembangan positif.
Hal tersebut terungkap dalam penelitian lapangan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (UNM) di RW 06 Kelurahan Bitowa, Minggu malam (18/10/2026).
Penelitian yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 itu dikoordinatori Ayudya Magfira Syahrir, di bawah bimbingan Dr. Nur Inayah Ismaniar, S.KM., M.Kes. Kegiatan tersebut merupakan tugas kelompok mata kuliah Analisis Kebijakan Kesehatan dengan judul “Kesiapan Komunitas Terhadap Kebijakan Penghentian Open Dumping dan Pemilahan Sampah dari Sumber di Kota Makassar.”
Wawancara yang berlangsung di Poskamling RW 06 melibatkan unsur pemerintah dan tokoh masyarakat setempat. Hadir Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitowa Aiptu Arham, S.H., Ketua LPM Abdullah Dg. Tangnga, Ketua RW 06 Muh. Aris, S.P., serta Ketua RT 01 Abdul Hakim Bahar, Ketua RT 02 Andi Muhammad Adhar, S.K.M., dan Ketua RT 04 Jadidah.
Koordinator penelitian, Ayudya Magfira Syahrir, mengatakan hasil wawancara menunjukkan warga RW 06 mulai memiliki kesiapan untuk menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya. Hal itu didukung sosialisasi melalui pengurus RT/RW, penyediaan sarana pemilahan, serta inisiatif warga mengolah sampah organik.
“Pada tahap awal memang ada tantangan, terutama keterbatasan fasilitas dan masih rendahnya kesadaran sebagian warga. Namun, melalui sosialisasi bertahap dan pendekatan langsung, pemahaman masyarakat semakin meningkat,” jelas Ayudya.
Menurutnya, keterlibatan warga perlu terus diperkuat agar pemilahan sampah tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari. Konsistensi masyarakat juga diperlukan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Ketua RT 02, Andi Muhammad Adhar, S.K.M., menyambut positif penelitian mahasiswa UNM tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang berbagi informasi dan pengalaman mengenai pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa UNM. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat dan menjadi masukan positif untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua RW 06 Muh. Aris, S.P. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat terus terjalin, terutama dalam mengkaji persoalan lingkungan di tingkat permukiman.
Menurut Muh. Aris, pendekatan ilmiah dapat membantu mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penelitian ini tidak hanya menyoroti kesiapan warga, tetapi juga mengkaji pemahaman terhadap kebijakan pemerintah, ketersediaan sarana pengelolaan sampah, serta peran kepemimpinan lokal dalam mendorong partisipasi masyarakat.
Hasilnya diharapkan dapat menjadi masukan untuk mendukung kebijakan penghentian open dumping dan memperkuat pemilahan sampah dari sumbernya di Kota Makassar, khususnya di Kelurahan Bitowa.
Pengalaman RW 06 menjadi gambaran bahwa perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah membutuhkan sosialisasi berkelanjutan, dukungan pengurus lingkungan, sarana yang memadai, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Dari Poskamling RW 06, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, dan nyaman.(4r5)







