Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
×
Opini

Masjidi Al Aqsho Terancam Runtuh Akibat Penggalian Terowongan

653
×

Masjidi Al Aqsho Terancam Runtuh Akibat Penggalian Terowongan

Sebarkan artikel ini
Sriwidarti, S.Pd (Guru)
Sriwidarti, S.Pd (Guru)

OPINI—Masjid Al Aqsho adalah kiblat pertama umat Islam dan merupakan tempat yang diberkati, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Namun, situasi yang sangat mengkhawatirkan kini sedang dihadapi oleh Masjid Al Aqsho akibat penggalian terowongan yang dilakukan oleh Israel.

Otoritas Yerusalem memperingatkan penggalian terowongan bawah tanah oleh otoritas Israel di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa dan kawasan Kota Tua Yerusalem dapat mengancam struktur bangunan masjid.

Peringatan tersebut disampaikan penasihat Kantor Gubernur Yerusalem, Marouf al-Rifai, dalam wawancara dengan kantor berita Palestina WAFA pada Kamis (23/10) waktu setempat, dilansir dari detikNews, Jumat (24/10/2025).

“Memperingatkan agar Israel tidak melanjutkan penggalian lama dan baru di bawah Masjid Al-Aqsa, khususnya penggalian terowongan yang menghubungkan beberapa situs kolonial,” kata Al-Rifai.

Menurutnya, penggalian tersebut berpotensi merusak berbagai bangunan bersejarah di sekitar lokasi suci itu.

“Penggalian tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa landmark Palestina, seperti rumah-rumah bersejarah dan sekolah-sekolah kuno, serta mempengaruhi tanah di bawah Masjid Al-Aqsa, yang mengancam stabilitas fondasinya,” ujarnya.

Al-Rifai menambahkan, kegiatan penggalian itu tidak dilakukan berdasarkan kajian ilmiah.

“Penggalian tersebut tidak memiliki memiliki metodologi ilmiah dan merupakan pelanggaran status quo, yang menegaskan bahwa penggalian tersebut murni bermotif politik,” sebutnya.

Penggusuran dan Pembangunan Jalan Baru

Selain soal penggalian, Al-Rifai juga menyoroti tindakan pasukan Israel yang menyerbu area gerbang masuk dan membagikan perintah pembongkaran terhadap sejumlah bengkel dan pabrik logam serta furnitur.

Dia menyebut langkah itu bagian dari rencana jangka panjang pembangunan infrastruktur baru yang menghubungkan persimpangan Anata dengan pos pemeriksaan Hizma.

Ditambahkan Al-Rifai, otoritas Israel berupaya menyingkirkan seluruh bangunan milik warga Palestina di sepanjang rute proyek tersebut, dengan dalih tidak memiliki izin atau berada dekat tembok pemisah di Yerusalem.

Pemukim Israel Serbu Kompleks Al-Aqsa
Pada hari yang sama, sekelompok pemukim Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan ketat militer Israel. Saksi mata menyebut puluhan pemukim memasuki area masjid secara berkelompok dan melakukan apa yang digambarkan sebagai tur provokatif.

Dalam beberapa pekan terakhir, Israel memperketat pengamanan di gerbang masuk dan area sekitar kompleks Al-Aqsa. Pasukan kepolisian dan militer tambahan dikerahkan untuk mengamankan aksi penyerbuan para pemukim Yahudi.

Kaum muslimin sebagai umat terbaik hendaknya menunjukkan sikap marah terhadap pengggalian terowongan di bawah Masjid Al Aqsho. Sebab upaya ini sama saja dengan makar untuk meruntuhkan bangunan masjid yang disucikan.

Sementara dunia hanya diam tanpa berbuat apapun selain menyetujui solusi 2 negara yang notabene merupakan solusi dari negara adidaya kapitalisme Amerika Serikat.

Apakah patut umat Islam mengambil solusi 2 negara sementara Islam telah memberikan solusi praktis untuk penyelamatan Al Aqsho? Nyatalah solusi 2 negara merupakan jebakan dari negara kafir barat untuk semakin menjauhkan umat dari solusi hakiki.

Dalam seruannya dalam Aksi Bela Palestina beberapa waktu yang lalu, Ustadz Ismail Yusanto menegaskan bahwa sikap umat Islam: Pertama, menolak seluruh solusi jika solusi itu tetap mempertahankan penjajah di wilayah yang diberkati itu.

Tidak ada solusi lain, tidak pula two state solution karena solusi dua negara hakikatnya adalah penerimaan terhadap penjajah. Terlebih, lanjutnya, tanah Palestina kalau dalam ketentuan syariat itu adalah tanah kharajiyah, tidak boleh seorang pun menyerahkan wilayah itu, apalagi kepada musuh.

Kedua, umat Islam harus memantapkan langkah, membulatkan tekad, untuk berjuang bagi tegaknya Khilafah ini, karena Khilafahlah yang akan menghimpun hampir dua miliar umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Oleh karena itu tak patut umat Islam terus menggantungkan harapan pembebasan Palestina pada musuh-musuh Islam dan antek penguasa Arab yang mengkhianati umat. Tanggung jawab pembebasan Palestina sudah selayaknya dipikul bersama oleh umat Islam di seluruh dunia untuk menjaga dan melindungi Masjid Al Aqsho karena dorongan iman dan ketaqwaan.

Penjagaan ini harus dilakukan dengan kesadaran penuh akan pentingnya Al Aqsho dan komitmen untuk memperjuangkan hak-hak umat Islam. Rasulullah SAW telah menyampaikan keutamaan Masjid Al Aqsho dan bumi Syam dalam berbagai hadits.

Umat Islam memiliki kewajiban untuk menjaga Masjid Al Aqsho sebagai kota suci ketiga setelah Masjid Al Haram dan Masjid Nabawi. Penjagaan terhadap Al Aqsho harus menjadi prioritas bagi setiap Muslim, mengingat betapa pentingnya situs ini dalam sejarah peradaban Islam.

Penjagaan hakiki hanya dapat terwujud melalui keberadaan negara Khilafah yang menggerakkan jihad yang tulus dari seorang Khalifah yang adil sehingga Al Aqsho tetap berdiri kokoh sebagai simbol kebanggaan umat Islam dan warisan sejarah yang tidak akan pernah pudar.

Sejarah mencatat bahwa selama masa Khilafah Islam, Al Aqsho dijaga dan dilindungi dengan sebaik-baiknya. Mulai direbut dengan gagah berani oleh Umar Bin Khattab, ditebus dengan tetesan darah para syuhada oleh pasukan Sholahuddin Al Ayyubi hingga dijaga sepenuh jiwa oleh para penguasa muslim lainnya seperti Sulthan Hamid II.

Semoga cahaya kemenangan itu segera terbit menyinari kegelapan dengan bebasnya Palestina sebagai janji Allah dan bisyarah RasulNya di akhir zaman. Aamiin. (*)


Penulis:
Sriwidarti, S.Pd
(Guru)

Disclaimer:
Setiap opini, artikel, informasi, maupun berupa teks, gambar, suara, video, dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab masing-masing individu, dan bukan tanggung jawab Mediasulsel.com.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com