Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Melinda Aksa Tekankan Inovasi Kelurahan dalam Pengelolaan Sampah Organik

691
×

Melinda Aksa Tekankan Inovasi Kelurahan dalam Pengelolaan Sampah Organik

Sebarkan artikel ini
Melinda Aksa Tekankan Inovasi Kelurahan dalam Pengelolaan Sampah Organik
Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya langkah konkret dan inovatif dalam pengelolaan sampah di tingkat kelurahan. Hal itu disampaikan saat memimpin rapat bersama jajaran kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kantor Kecamatan Makassar, Senin (20/10/25).

MAKASSAR—Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya langkah konkret dan inovatif dalam pengelolaan sampah di tingkat kelurahan. Hal itu disampaikan saat memimpin rapat bersama jajaran kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kantor Kecamatan Makassar, Senin (20/10/25).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) yang berfokus pada pengelolaan sampah organik secara aktif dan terukur di tingkat kecamatan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Kita harus punya inovasi di setiap kelurahan sesuai potensi wilayah. Minimal di kantor kelurahan harus ada prototipe pengelolaan sampah organik seperti sumur biopori, teba, pengomposan, atau budidaya maggot,” tegas Melinda.

Ia juga mendorong para lurah hingga RT/RW agar masif melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada warga, melibatkan tokoh masyarakat, masjid, dan gereja. Menurutnya, pengelolaan sampah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

“Permasalahan sampah harus diatasi dari sumbernya. Kalau ada lahan kosong, bisa dimanfaatkan untuk membuat teba agar sampah organik tak lagi berakhir di TPA,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Persampahan dan B3 DLH Makassar, Bau Asseng, menegaskan pihaknya akan terus memantau kinerja kecamatan dalam pengelolaan sampah, khususnya efektivitas TPS3R dan pengurangan timbulan sampah organik.

Anggota Dewan Lingkungan, Marini, juga menambahkan pentingnya data konkret sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan. “Kita harus punya data yang jelas agar hasilnya bisa terukur dan berkelanjutan,” ucapnya.

Melalui program ini, Pemkot Makassar menargetkan kemandirian pengelolaan sampah di tingkat RT/RW, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Melinda menutup rapat dengan ajakan kolaboratif. “Jika semua bergerak bersama warga, RT/RW, lurah, hingga TPS3R, maka pengelolaan sampah bukan lagi beban, tapi peluang menuju lingkungan yang bersih, mandiri, dan produktif,” tandasnya. (70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!