PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • GEMAS Gelar Bazar UMKM di Biring Romang, Bangkit Setelah Vakum Lebih dari Satu Dekade • Unhas Hotel Gelar Aksara Lontara untuk Kedua Kalinya, Rawat Warisan Budaya Sulsel • GenBI Goes to School, Edukasi Pelajar tentang Kebanksentralan hingga Bahaya Judi Online • Dekan Pascasarjana Unhas Prof Sukri Palutturi Dipercaya Menjadi Dewan Editorial Jurnal Internasional Q1 • IKADIPA Fun Walk 2026 Digelar 25 Oktober, Ada Donor Darah hingga Doorprize • Dua Lansia Tewas dalam Kebakaran, TP PKK Toraja Utara Tempuh Jalan Kaki Salurkan Bantuan • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • GEMAS Gelar Bazar UMKM di Biring Romang, Bangkit Setelah Vakum Lebih dari Satu Dekade • Unhas Hotel Gelar Aksara Lontara untuk Kedua Kalinya, Rawat Warisan Budaya Sulsel • GenBI Goes to School, Edukasi Pelajar tentang Kebanksentralan hingga Bahaya Judi Online • Dekan Pascasarjana Unhas Prof Sukri Palutturi Dipercaya Menjadi Dewan Editorial Jurnal Internasional Q1 • IKADIPA Fun Walk 2026 Digelar 25 Oktober, Ada Donor Darah hingga Doorprize • Dua Lansia Tewas dalam Kebakaran, TP PKK Toraja Utara Tempuh Jalan Kaki Salurkan Bantuan •
Sulsel

Naoemi: Orang tua harus memahami deteksi dini kasus Gizi Buruk dan Stunting

399
×

Naoemi: Orang tua harus memahami deteksi dini kasus Gizi Buruk dan Stunting

Sebarkan artikel ini
Naoemi: Orang tua harus memahami deteksi dini kasus Gizi Buruk dan Stunting
Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina membuka Lokakarya Persiapan Pelaksanaan LiLA (Lingkar Lengan Atas) Keluarga, yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (5/10/2021).

MAKASSAR—Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina menegaskan, persoalan gizi buruk penting untuk ditanggulangi bersama, karena pada balita mempengaruhi intelektual anak hingga sistem kekebalan tubuh.

Hal ini disampaikan Naoemi Octarina saat membuka Lokakarya Persiapan Pelaksanaan LiLA (Lingkar Lengan Atas) Keluarga, yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (5/10/2021).

Naoemi Mengaku persoalan gizi buruk pada balita juga bisa mengakibatkan infeksi berkepanjangan, bahkan terjadi resiko kematian.

“Kekurangan gizi atau kasus gizi buruk tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan fisik, tetapi juga gangguan mental pada anak,” ungkapnya.

Naoemi menyebut balita merupakan kelompok rentan terhadap kekurangan gizi atau gizi buruk sehingga membutuhkan nutrisi yang optimal untuk perkembangan dan pertumbuhannya, dan para orangtua harus bisa melakukan deteksi dini.

“Melalui pelaksanaan LiLA keluarga ini, kita berharap para orangtua bisa melakukan deteksi dini. Begitupun dengan para kader Posyandu,” harap Naoemi.

Ia Menambahkan Apabila masalah kekurangan gizi bisa dideteksi lebih awal melalui LiLA, maka penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Karena itu, lokakarya ini sangat penting. Tujuh puskesmas yang mengikuti lokakarya ini bisa menurunkan ke Posyandu, sekaligus meningkatkan kesadaran para orangtua terhadap kesehatan balita mereka.

“Semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar dan tepat sasaran,” harapnya.

Sementara itu, CFO UNICEF Makassar, Henky Widjaja, mengatakan, pandemi ini telah menyebabkan distorsi layanan kesehatan, sehingga seluruh sumber daya kesehatan diarahkan untuk penanganan pandemi. Sebagian masyarakat juga membatasi akses mereka ke fasilitas kesehatan, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah kasus gizi buruk pada balita dalam dua tahun terakhir.

“Sangat mendesak bagi kita untuk mengambil tindakan cepat dan tepat, untuk memperbaiki serta mencegah peningkatan kasus gizi buruk ini,” tegas Henky

Lokakarya yang dilaksanakan Jenewa Madani Indonesia ini diikuti tujuh puskesmas dari Kabupaten Pangkep dan Takalar, yang akan dijadikan sebagai pilot project. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com