PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • KAHMI Sulsel Kenalkan Graha Hijau Hitam ke Wagub Fatmawati • Modifikasi Desil Demi Kesejahteraan? • Kabid Humas Polda Sulsel Serahkan Penghargaan, Polres Bone Borong Lima Prestasi • Pemkot Makassar Kaji Kantong Parkir, Balai Kota Jadi Lokasi Paling Mendesak • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dirjenpas Mashudi Mundur, Tanggung Jawab Moral Kasus Cluster Mewah Lapas Cibinong • Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Bawa Jejak Kepemimpinan KAUJE ke Kabinet Prabowo • KAHMI Sulsel Kenalkan Graha Hijau Hitam ke Wagub Fatmawati • Modifikasi Desil Demi Kesejahteraan? • Kabid Humas Polda Sulsel Serahkan Penghargaan, Polres Bone Borong Lima Prestasi • Pemkot Makassar Kaji Kantong Parkir, Balai Kota Jadi Lokasi Paling Mendesak •
Biro Humas Pemprov Sulsel

Para Petani didorong Ikut Program Asuransi Petani

589
×

Para Petani didorong Ikut Program Asuransi Petani

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2019 11 08 at 9.20.46 PM

MAKASSAR,Minat para petani dalam mengasuransikan tanamannya masih cukup rendah. Padahal, asuransi bisa membuat para petani lebih tenang dalam mengolah sawahnya.

Agar lebih banyak lagi petani ikut program asuransi tani, Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian intens melakukan sosialisasi ke daerah. Seperti yang dilakukan Jumat (8/11) di ruang pertemuan Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan, dan Hortikultura dengan melibatkan kelompok tani, Persatuan Penggilangan Padi (Perpadi), tenaga penyuluh pertanian, dan Jasiondo.

Kegiatan itu dibuka Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian, Sarwo Edhy.
Pada kesempatan itu dia menjelaskan, pihaknya tahun ini menargetkan sekitar 1 juta petani ikut dalam program asuransi petani. Hingga saat ini, sudah sekitar 77 persen lebih yang ikut se Indonesia.

“Jadi masih ada sekitar 23 persen yang belum ikut. Kami berharap, waktu yang tersisa dua bulan ini, masih bisa terserap sekitar 20-an persen,” ungkap Sarwo Edhy.

Dia menjelaskan, asuransi petani ini nilainya sebesar Rp144 ribu per hektare. Namun, pemerintah memberi subsidi sebesar Rp144 ribu sehingga yang harus dibayar petani sisa Rp36 ribu melalui Jasindo.

Dia berharap, berbagai stakeholder terkait seperti penyuluh pertanian, pemerintah daerah, instansi terkait bisa lebih intens mempromosikan asuransi ini kepada para petani ke depan.

“Karena keuntungannya banyak. Jika petani gagal panen karena puso, kekeringan, kebanjiran, dan persoalan lain, mereka bisa tenang karena akan diganti oleh asuransi sebesar Rp6 juta per hektare,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan, Indah Megawati mengatakan
berdasarkan data, khusus untuk Sulsel, baru sekitar 60 ribuan hektare lahan yang diasuransikan dari ratusan ribu hektare yang ada.

“Target kami melalui kegiatan ini, akan lebih banyak lagi yang jadi peserta,” jelasnya.

Dia melanjutkan, salah satu model yang diterapkan untuk menambah kepesertaan asuransi tani adalah dengan menggandeng Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) yang selama ini menjadi mitra petani.

Untuk ikut asuransi ini, lanjut Indah, prosesnya cukup mudah. Cukup berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat, atau mendownload aplikasi SIAP dengan model online.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel, Arfain mengatakan, pihaknya akan terus membantu menyosialisasikan kepesertaan asuransi terhadap para petani di Sulsel.

“Kita libatkan penyuluh pertanian dan komponen lainnya agar petani bisa lebih tenang dalam mengolah lahannya. Pemerintah berusaha melindungi petani dari gagal panen,” ungkap Arfain.

Dalam pertemuan itu, salah satu yang menjadi pembicara adalah mantan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Hendriawan.
Kepada para peserta pertemuan, dia menjelaskan berbagai keuntungan yang diperoleh jika menjadi peserta asuransi. [*]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com