PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan NegeriPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan Negeri
Bola

Pekan ke-26 BRI Liga 1 Jadi Titik Balik Perebutan Gelar dan Perang Bertahan

194
×

Pekan ke-26 BRI Liga 1 Jadi Titik Balik Perebutan Gelar dan Perang Bertahan

Sebarkan artikel ini
Pekan ke-26 BRI Liga 1 Jadi Titik Balik Perebutan Gelar dan Perang Bertahan
Memasuki pekan ke-26, kompetisi BRI Liga 1 Indonesia mulai menunjukkan wajah aslinya. Peta persaingan kian terbelah tegas antara tim pemburu gelar, penghuni zona “abu-abu”, dan klub-klub yang berjibaku menghindari degradasi.

MEDIASULSEL.COM—Memasuki pekan ke-26, kompetisi BRI Liga 1 Indonesia mulai menunjukkan wajah aslinya. Peta persaingan kian terbelah tegas antara tim pemburu gelar, penghuni zona “abu-abu”, dan klub-klub yang berjibaku menghindari degradasi. Jarak poin yang kian menipis di berbagai lini klasemen membuat setiap pertandingan kini bernilai lebih dari sekadar tiga angka.

Di papan atas, Persib Bandung masih memimpin perburuan gelar dengan keunggulan tipis atas para pesaingnya. Stabilitas permainan dan lini pertahanan yang solid menjadi kunci konsistensi Maung Bandung.

Namun, posisi ini belum sepenuhnya aman. Borneo FC Samarinda terus menempel ketat di posisi kedua, sementara Persija Jakarta masih berada dalam jarak tembak dan siap memanfaatkan celah sekecil apa pun.

Ketatnya selisih poin di tiga besar membuat pekan ke-26 berpotensi menjadi titik krusial. Satu kekalahan saja bisa mengubah konfigurasi klasemen secara drastis. Situasi ini menempatkan tekanan besar pada tim-tim papan atas, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga mental bertanding dalam menjaga konsistensi.

Sementara itu, persaingan di papan tengah justru tak kalah sengit. Tim seperti Malut United FC, Persita Tangerang, Bhayangkara FC, hingga Persebaya Surabaya saling sikut demi mengamankan posisi terbaik di lima besar. Selisih poin yang tipis membuat perubahan posisi bisa terjadi hanya dalam satu pekan.

Fenomena menarik datang dari Bhayangkara FC yang mulai menunjukkan tren positif dan perlahan merangsek naik, sementara Persebaya justru mengalami inkonsistensi yang membuat posisinya rawan tergeser. Di sisi lain, Malut United mencoba menjaga jarak aman agar tetap bertahan di zona kompetitif.

Berbanding terbalik dengan papan atas, tekanan paling besar justru dirasakan tim-tim papan bawah. Madura United FC, Semen Padang FC, dan PSBS Biak kini berada dalam situasi genting. Minimnya poin dan buruknya selisih gol membuat peluang bertahan di Liga 1 semakin menipis.

PSBS Biak menjadi tim dengan tekanan paling tinggi akibat rapuhnya lini pertahanan yang berujung pada banyaknya kebobolan. Semen Padang masih memiliki secercah harapan lewat kemampuan mencuri poin, sementara Madura United harus segera keluar dari tren negatif jika tidak ingin semakin terbenam.

Di luar zona merah, Arema FC dan Dewa United FC juga belum sepenuhnya aman. Keduanya masih berpotensi terseret ke jurang degradasi jika gagal meraih hasil maksimal dalam beberapa laga ke depan.

Secara keseluruhan, pekan ke-26 menjadi fase penentuan arah kompetisi. Di satu sisi, perebutan gelar mulai mengerucut pada tiga tim teratas. Di sisi lain, pertarungan bertahan hidup di papan bawah semakin emosional dan sulit diprediksi.

Dengan situasi yang kian panas, Liga 1 tidak lagi sekadar soal siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling siap menghadapi tekanan di momen krusial. Pekan ini bisa menjadi awal dari kepastian—atau justru awal dari kejutan besar di akhir musim. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com