Beranda » Biro Humas Pemprov Sulsel » Pertama di Indonesia, Diskop Sulsel dirikan Klinik Koperasi
Pertama di Indonesia, Diskop Sulsel dirikan Klinik Koperasi
Biro Humas Pemprov Sulsel

Pertama di Indonesia, Diskop Sulsel dirikan Klinik Koperasi

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Koperasi dan UKM saat ini tengah menyiapkan strategi khusus untuk bisa terus menjaga kesinambungan pembinaan koperasi dan UMKM yang ada di wilayahnya.

Hal tersebut diwujudkan dengan mendirikan sebuah Klinik Koperasi, yang nantinya akan fokus pada pelayanan terhadap upaya peningkatan kualitas koperasi dan UMKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel, Abdul Malik Faisal mengatakan, Klinik Koperasi ini akan mulai diuji coba pada bulan November mendatang.

“Ini murni ide kami, dan setahu saya ini Klinik Koperasi pertama di Indonesia.Bulan November sudah harus jalan. Belum dianggarkan di 2019, jadi kita uji coba dulu dua bulan. Nanti di Januari 2020 itu sudah masuk di program kegiatan,” kata Malik, Sabtu (12/10/2019).

Malik menjelaskan, Klinik Koperasi ini nantinya akan berada di bawah bidang pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel. Namun, orang-orang yang akan mengisi adalah para pensiunan ASN yang profesional, akademisi dan pakar perkoperasian, yang memang punya pemahaman dan kemampuan mumpuni di bidang koperasi.

“Kenapa kami buat Klinik Koperasi? Ini sebagai antisipasi, jika terjadi mutasi atau pergeseran terhadap ASN kapan saja, maka tidak ada masalah terhadap pelayanan kepada gerakan koperasi dan pelaku UMKM, karena klinik ini dijalankan oleh tenaga yang profesional nonASN dan fokus di dunia perkoperasian dan kewirausahaan,” ujarnya.

Menurut Malik, pendirian Klinik Koperasi ini juga sejalan dengan reformasi total perkoperasian, yang bukan lagi mengejar kuantitas, tapi lebih mengutamakan kualitas.

“Jadi koperasi yang sudah ada dan sudah bagus, kita tingkatkan lagi. Yang tidak sehat, kita sehatkan. Ini juga salah satu strategi kami dalam menjaga marwah koperasi yang merupakan usaha ekonomi sosial kerakyatan,” pungkasnya. [*]