MAKASSAR—Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar selama hampir sepekan menyebabkan banjir besar di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. Akibatnya, sebanyak 1.093 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Pantauan di lapangan pada Rabu (12/2/2025) menunjukkan bahwa wilayah Blok 8 menjadi salah satu daerah terdampak paling parah. Ketinggian air bahkan telah mencapai atap rumah warga, membuat banyak warga harus dievakuasi oleh tim gabungan.
Selain mengevakuasi warga, tim penyelamat juga mengirimkan tenaga kesehatan serta bantuan logistik ke titik-titik pengungsian yang tersebar di 15 lokasi berbeda.
Camat Manggala, Andi Eldi Indra Malka, menyebutkan bahwa sebagian besar pengungsi berasal dari wilayah Blok 8 dan Blok 10, yang memang memiliki kontur tanah lebih rendah dibandingkan daerah sekitar.
Hal ini menyebabkan kawasan tersebut lebih rentan terhadap genangan air ketika curah hujan tinggi.
“Kami terus berupaya memastikan seluruh pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar, mulai dari makanan hingga layanan kesehatan. Namun, beberapa kebutuhan khusus seperti perlengkapan bayi dan kebutuhan perempuan masih belum sepenuhnya terpenuhi,” ujar Andi Eldi.
Pemerintah setempat dan tim tanggap darurat terus melakukan pemantauan serta menyalurkan bantuan secara berkala. Warga diimbau untuk tetap siaga dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko yang lebih besar.
Sementara itu, cuaca yang masih berpotensi hujan lebat membuat masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. (Ag4ys)


















