OPINI—Majunya suatu negara sangat dipengaruhi dengan pergerakan pemuda bangsa dalam mendukung pembangunan negeri ini. Seperti kalimat bung karno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” dimana mengindikasikan bahwa generasi muda merupakan generasi penerus yang kelak memimpin bangsa Indonesia di masa yang akan datang dan pada merekalah tongkat estafet kepemimpinan bangsa Indonesia berada.
Dalam kategori ekonomi, pemuda merupakan aset ekonomi dalam pembangunan. posisi pemuda selain sebagai tenaga kerja juga merupakan penentu kopndisi perekonomian suatu negara. Di masa depan tantangan kepemudaan dalam bidang ekonomi adalah persoalan produktivitas termasuk daya saing dan kemampuan kewirausahaan.
Pemuda harus semakin kreatif, inovatif, produktif, dan memiliki kapasitas lebih agar berdaya saing baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pemberdayaan dan peningkatan peran harus terus dilakukan secara optimal.
Menurut undang undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan. Pemuda adalah penduduk berumur 16-30 tahun. Berdasarkan data proyeksi Badan Pusat Statistik Juni 2021, jumlah penduduk Sulawesi Selatan sekitar 9,14 juta jiwa dimana sekitar 2,37 juta atau 25,97 persen dari penduduk Sulawesi Selatan berusia 16-30 tahun.
Dengan kata lain 1 dari 4 penduduk Sulawesi Selatan terdiri dari pemuda yang mana jumlah ini dapat dikatakan cukup besar dan dapat mempengaruhi kemajuan pembangunan Sulawesi Selatan apalagi banyak kegiatan kaderisasi bagi para pemuda.
Jika dilihat komposisi pemuda tahun 2021 di Sulawesi Selatan, 50,54 persen terdiri atas pemuda berjenis kelamin perempuan dan 49,46 persen laki laki. Hal ini menandakan bahwa Sulawesi Selatan, mempunyai banyak kader perempuan yang dapat dilatih menjadi pemimpin.
Dalam mempersiapkan pemuda sebagai calon penerus pembangun Sulawesi Selatan, tentu saja harus dibekali pendidikan yang memadai. Hal ini yang harus di perhatikan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya melahirkan bibit bibit penerus atau kader pemimpin guna mengarahkan Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan.
Berdasarkan jenjang pendidikan, mayoritas pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh pemuda Sulawesi Selatan adalah SMA (35,92 persen) dan SMP (32,48 persen).
Berkaca dari data tersebut maka masih banyak sumber daya manusia pemuda Sulawesi Selatan masih belum memiliki pendidikan yang tinggi dimana kita tahu para pemimpin bertugas untuk mengarahkan anggotanya dengan pengetahuan yang dia miliki.
Selain pendidikan, pada saat ini pemuda juga dituntut untuk menjadi kreatif dan memiliki inovasi dalam berkarya maupun bekerja. Pada kelompok umur 19-24 dan 25-30 tahun sebagian besar pemuda memiliki kegiatan utama bekerja.













