Tim Operasi Rumah Kost Biring Romang Datangi 29 Lokasi Kost
Tim Operasi Rumah Kost Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang dipimpin Plt. Lurahnya Andi Muh. Yahya, SE bersama Ketua Lembaga Pemberdayaan Msyarakat (LPM), Ambang Ardi Yunisworo, selama 4 hari kegiatannya berhasil mendatangi 29 rumah kost yang tersebar di 8 ORW di kelurahan tersebut.

MAKASSAR—Tim Operasi Rumah Kost Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang dipimpin Plt. Lurahnya Andi Muh. Yahya, SE bersama Ketua Lembaga Pemberdayaan Msyarakat (LPM), Ambang Ardi Yunisworo, selama 4 hari kegiatannya berhasil mendatangi 29 rumah kost yang tersebar di 8 ORW di kelurahan tersebut.

Kepada Mediasulsel.com, saat dikonfirmasi usai melakukan sholat Idul Fitri di Komplek Perumahan Unhas Biring Romang, Kamis (13/05/2021), Andi Yahya menyebutkan, bahwa operasi rumah kost yang dihelat mulai Sabtu, 8 hingga Selasa 11 Mei 2021 tersebut, dari 29 rumah kost yang dikunjungi total terdapat 275 kamar.

Kegiatan tersebut menurut Yahya bertujuan untuk pendataan adminstrasi kependudukan penghuni rumah kost, antisipasi kamtibmas dan penyakit sosial masyarakat lainnya serta penekanan terhadap penerapan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) dalam upaya mendukung program Makassar Recover di kelurahan yang baru dimekarkan 4 tahun lalu itu.

“Selain pendataan administrasi kependudukan para penghuni rumah kost yang pada umumnya tidak melapor kepada ketua RT setempat saat mulai tinggal kegiatan ini sekaligus sebagai upaya pengantisipasian kerawanan Kamtibmas dan penyakit sosial masyarakat, serta sosialisasi Prokes sebagai upaya mendukung program Makassar Recover,” tukas Yahya.

Turut terlibat dalam operasi yang dimulai setiap pukul 21.30 wita hingga selesai itu, antara lain, Babinsa Koramil 1408-10 Manggala Panakkukang, Sema Syahrullah, Bhabinkamtibmas Biring Romang Polsek Manggala Bripka Iqbal Azis, Kordinator Kelurahan Makassar Recover Biring Romang, Sapri, Koordinator BKM, Muh. Yusuf, Anggota Linmas serta beberapa ketua ORW dan ORT dan tokoh masyarakat setempat.

Dari sejumlah temuan yang telah diinventarisir selam 4 hari tersebut, Yahya merencanakan akan segera memanggil seluruh pemilik rumah kost untuk dilakukan sosialisasi Perda Kota Makassar nomor 10 tahun 2011, tentang rumah kost.

“Berdasarkan sejumlah temuan yang kita dapati dalam operasi ini, insya’Allah dalam waktu dekat akan segera kami laporkan kepada pimpinan dan pimpinan dalam hal ini Camat Manggala mengizinkan, kami akan memanggil seluruh pemilik atau penanggung jawab rumah kost, untuk kita berikan sosialisasi Perda no. 10 tahun 2011, tentang Rumah Kost,” lanjut Yahya.

Sementara itu, menurut Ketua LPM Kelurahan Biring Romang, Ambang Ardi Yunisworo, kegiatan pemeriksaan rumah kost tersebut merupakan agenda tahunan di kelurahan tersebut sejak tahun 2017 lalu, yang selalu dilaksanakan setiap penghujung bulan ramadhan.

“Ini merupakan kegiatan tahunan yang kita gelar setiap akhir ramadhan sejak tahun 2017 lalu, yang awalnya untuk pendataan penghuni rumah kost serta pemberian pesan-pesan keamanan sebelum mereka mudik lebaran, namun dari tahun ke tahun berdasarkan pengalaman terus kita kembangkan dan kita benahi baik sistem maupun konten pemeriksaannya,” terang Ambang.

Lebih lanjut Ambang menuturkan, bahwa sesuai hasil evaluasi di akhir kegiatan terutama terkait kewaspadaan dengan telah ditangkapnya beberapa terduga teroris di kota Makassar, serta kerawanan Kamtibmas lainnya, pihaknya akan segera mengembangkan kegiatan pemeriksaan tersebut dengan sasaran rumah kontrak yang tidak melapor ke ORT setempat.

“Sesuai kesepakatan saat evaluasi akhir kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (11/5) dini hari, ke depan kita rencanakan akan melakukan pemeriksaan rumah kontrak atau penduduk sementara yang tidak melaporkan keberadaannya pada ketua ORT setempat,” lanjut Ambang.

Saat ditanya terkait biaya yang ditimbulkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, baik Yahya maupun Ambang kompak mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dibiayai secara sukarela dan tidak ada biaya sedikitpun yang dibebankan kepada pemerintah.

“Terkait biaya kegiatan ini tidak ada biayanya, kalaupun ada hanya kopi dan atau kue-kue, dan hal itu dibiayai secara swadaya dari ketua LPM atau ketua ORT/ ORW yang kita datangi, tidak ada sepeserpun yang kita bebankan kepada pemerintah,” pungkas Yahya sambil tersenyum. (51l)