MAKASSAR—Bagi pemilik sepeda motor matik, perawatan komponen CVT (Continuously Variable Transmission) menjadi hal yang wajib diperhatikan. Salah satu komponen penting dalam sistem CVT adalah timing belt atau lebih tepatnya V-belt, yang berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Meski kecil, kerusakan pada bagian ini bisa berujung fatal.
Menurut para mekanik bengkel resmi, waktu ideal penggantian V-belt motor matic adalah setiap 20.000 hingga 25.000 kilometer, tergantung pada merek, tipe motor, dan kondisi pemakaian harian.
“Kalau sudah masuk 20 ribu kilometer, sebaiknya mulai dicek. Jangan tunggu sampai putus karena bisa merusak komponen CVT lainnya,” kata Junaidi, salah satu pemilik bengkel motor di Makassar, Sabtu (26/7/2025).
Kerusakan V-belt umumnya ditandai dengan gejala tarikan motor yang mulai tersendat, suara berisik dari area CVT, hingga tenaga motor yang terasa loyo saat dipacu.
Tak hanya jarak tempuh, gaya berkendara juga sangat mempengaruhi usia pakai V-belt. Pemakaian di jalanan menanjak, beban berat, serta akselerasi mendadak membuat sabuk ini lebih cepat aus.
“Kadang ada motor yang baru 18 ribu kilometer sudah aus parah karena sering bawa beban berat atau tarik gas tiba-tiba,” tambah Junaidi.
Untuk memastikan kondisi V-belt tetap prima, pemilik motor matik disarankan rutin melakukan servis CVT setiap 8.000 km. Dalam servis ini, mekanik akan mengecek kelenturan sabuk, kondisi roller, dan kebersihan rumah CVT.
Biaya penggantian V-belt bervariasi, tergantung merek dan tipe motor. Untuk motor matic kelas 110 cc seperti Honda Beat atau Yamaha Mio, harga V-belt orisinil berkisar Rp100.000 – Rp150.000, belum termasuk jasa pemasangan.
Dengan perawatan yang tepat dan pergantian V-belt secara rutin, performa motor matic tetap terjaga, konsumsi bahan bakar lebih irit, dan risiko mogok mendadak bisa dihindari. (Ag4ys)


















