MAKASSAR—TPA Tamangapa di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, masih beroperasi secara normal dengan perhatian utama pada pengelolaan air lindi agar tidak mencemari lingkungan, kata Camat Manggala Andi Eldi saat mendampingi kunjungan Sekretaris Daerah Kota Makassar di lokasi tersebut, Selasa (27/1/2026).
Andi Eldi mengatakan kolam lindi merupakan bagian krusial dalam sistem pengelolaan sampah karena menampung air rembesan yang berpotensi membawa zat berbahaya.
“Kolam lindi ini sangat penting. Air sampah harus ditampung dan diolah di dalam area TPA. Kalau sampai keluar ke sungai, tentu berbahaya bagi lingkungan,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi TPA Tamangapa saat ini relatif lebih baik dibanding sebelumnya setelah dilakukan penanganan awal, termasuk penimbunan sampah lama menggunakan tanah. Di beberapa titik, area yang telah ditimbun bahkan mulai ditumbuhi rumput.
“Penanganan awal sudah terlihat. Sampah lama ditimbun dengan tanah, bahkan ada area yang mulai hijau. Ini menjadi catatan positif, apalagi saat kunjungan kementerian kemarin juga mendapat penilaian yang baik,” katanya.
Namun, ia mengakui masih ada kendala pada akses jalan menuju TPA, terutama saat musim hujan. Jalan yang licin dan rusak kerap menyulitkan kendaraan pengangkut sampah untuk mencapai lokasi pembuangan.
“Kalau hujan deras, kendaraan cukup kesulitan. Alhamdulillah, Dinas PU sudah turun dan dijadwalkan melakukan perbaikan jalan mulai Maret,” ucapnya.
Andi Eldi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah melakukan pembebasan lahan sekitar 2 hingga 3 hektare pada akhir 2025 untuk rencana pengembangan TPA.
Meski demikian, ia menegaskan penanganan di dalam area TPA tetap menjadi perhatian, termasuk upaya pemilahan sampah dari sumbernya.
“Arahan dari pemerintah kota sudah jelas. Masyarakat harus mulai memilah sampah, dan camat serta lurah terus didorong mengaktifkan TPS 3R di wilayah masing-masing,” tutup Andi Eldi. (70n/Ag4ys/4dv)



















