MAKASSAR – Upaya menjaga aksara Lontara agar tetap dikenal generasi muda terus dilakukan. Unhas Hotel kembali menggelar kegiatan Aksara Lontara untuk kedua kalinya, Senin (19/10/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan identitas masyarakat Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya daerah, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap aksara Lontara yang menjadi bagian penting dari sejarah literasi masyarakat Sulawesi Selatan.
Penyelenggaraan untuk kedua kalinya menunjukkan keberlanjutan komitmen Unhas Hotel dalam mendukung pendidikan dan pelestarian kebudayaan lokal. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk tidak sekadar mengenal aksara Lontara, tetapi juga mempelajari dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.
Upaya tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 5 Tahun 2023 tentang Literasi Aksara Lontaraq, Bahasa dan Sastra Daerah. Regulasi ini menjadi salah satu landasan dalam mendorong penguatan literasi aksara, bahasa, dan sastra daerah di tengah perkembangan zaman.
Pelestarian budaya tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Keterlibatan lembaga pendidikan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat juga dibutuhkan agar warisan budaya tetap hidup dan dekat dengan keseharian generasi muda.
Dalam hal ini, Unhas Hotel mengambil bagian dengan menghadirkan kegiatan yang mempertemukan dunia perhotelan dengan pendidikan dan kebudayaan. Langkah tersebut sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal kekayaan budaya Sulawesi Selatan.
Melalui kegiatan Aksara Lontara tahun kedua ini, Unhas Hotel berharap minat masyarakat terhadap aksara daerah semakin tumbuh. Dengan pengenalan dan pembelajaran yang berkelanjutan, aksara Lontara diharapkan tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap dipelajari, digunakan, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muji (KGBN Gowa)













