PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Potret Gagalnya Sistem Pendidikan • Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka, Cek Jadwalnya • Spendus Cup Vol. II Resmi Bergulir, Pelajar Gowa Adu Skill di Lapangan Futsal • Krisis Pergaulan: HIV/AIDS Mengancam Generasi • Kabinet Makin Gemuk, Pengamat Soroti Beban Fiskal dan Akuntabilitas • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Potret Gagalnya Sistem Pendidikan • Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka, Cek Jadwalnya • Spendus Cup Vol. II Resmi Bergulir, Pelajar Gowa Adu Skill di Lapangan Futsal • Krisis Pergaulan: HIV/AIDS Mengancam Generasi • Kabinet Makin Gemuk, Pengamat Soroti Beban Fiskal dan Akuntabilitas • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil •
Makassar

Wawali Fatma: Penanganan Stunting “PR” urgent bagi Pemkot Makassar

1210
×

Wawali Fatma: Penanganan Stunting “PR” urgent bagi Pemkot Makassar

Sebarkan artikel ini
Wawali Fatma: Penanganan Stunting "PR" urgent bagi Pemkot Makassar
Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kota Makassar, dalam rapat bersama tim satgas percepatan penurunan stunting dari Propinsi Sulsel, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Chaidir, S.Stp, M.Si, tekankan penanganan stunting menjadi 'PR' urgent bagi pemerintah kota Makassar.

MAKASSAR—Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kota Makassar, dalam rapat bersama tim satgas percepatan penurunan stunting dari Propinsi Sulsel, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Chaidir, S.Stp, M.Si, tekankan penanganan stunting menjadi ‘PR’ urgent bagi pemerintah kota Makassar.

“Penanganan penurunan stunting menjadi PR urgent bagi pemerintah kota Makassar, yang harus segera ditindak lanjuti dengan koordinasi bersama beberapa stakeholder,” ujarnya, Rabu (08/06/2022).

Menurutnya, pembahasan tentang generasi cerdas masih terlalu jauh, jika angka stunting masih terbilang tinggi. “Sebagai perempuan, malu rasanya jika angka stunting masih tinggi, apalagi membahas terkait generasi cerdas, sehingga penanganan penurunan stunting harus benar-benar kongkrit,” lanjutnya.

Sebagai langkah awal, dengan pendampingan dan supporting dari tim satgas Propinsi Sulsel, akan segera diadakan sekretariat untuk tim percepatan penurunan stunting.

Selain itu, pembahasan terkait stunting akan dirembukkan dalam coffee morning setiap seninnya, untuk mendapatkan koordinasi serta solusi kongkrit.

“Di tahun 2022 dan 2023, penanganan dan anggaran terkait penurunan angka stunting harus kongkrit,” tekannya.

Kepala Dinas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Chaidir, Sstp, M,Si, pun menambahkan saat ini telah ditetapkan 33 lokus, sebagai titik penanganan penurunan angka stunting, untuk memberikan penambahan gizi bagi anak-anak, serta adanya tim pendampingan keluarga.

“Telah terbentuk tim pendampingan keluarga, yang nantinya akan memberikan pendampingan secara penuh bagi anak stunting, serta diharapkan dengan adanya pendampingan ini, angka anak stunting di kota Makassar tidak lagi bertambah,” ujarnya. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com