Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

4 Jam Tutup Jalan Antang Raya, Aliansi Pemuda Antang Sandera Anggota DPRD Sulsel

1529
×

4 Jam Tutup Jalan Antang Raya, Aliansi Pemuda Antang Sandera Anggota DPRD Sulsel

Sebarkan artikel ini
4 Jam Tutup Jalan Antang Raya, Aliansi Pemuda Antang Sandera Anggota DPRD Sulsel
Aliansi Pemuda Antang untuk kali kedua menutup total Jalan Antang Raya, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, kota Makassar selama 4 Jam, Selasa (31/5/2022) kemarin.

MAKASSAR—Aliansi Pemuda Antang untuk kali kedua menutup total Jalan Antang Raya, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, kota Makassar selama 4 Jam, Selasa (31/5/2022) kemarin.

Penutupan jalanan dalam aksi damai menyikapi kondisi jalan Provinsi, Jalan Antang Raya yang rusak parah dan dianggap diabaikan atau tidak diperhatikan oleh pemerintah provinsi Sulsel serta anggota DPRD Sulsel Dapil Makassar 2, meski telah banyak makan korban kecelakaan di lokasi tersebut.

Sekitar 100 Pengunjuk rasa yang dipimpin Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Antang, M. Kasim SPd, MPd membentang spanduk yang minta Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulsel dicopot.

Mereka juga menuntut Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Provinsi Sulsel dan anggota DPRD berkolaborasi segera mencari solusi yang proporsional dan profesional memperbaiki jalan dan drainase agar tidak mencelakai atau merugikan pengendara.

Anggota Komisi D, DPRD Sulsel H. Rahman Pina, S.Ip, M.Si (F-Golkar) kepada Pengunjuk rasa berjanji segera akan merealisasi perbaikan jalan, namun mereka “menyandera” dan meminta Rahman Pina untuk membuat dan menandatangani pernyataan secara tertulis.

“Kami membuka blokade jalan kalau Pak Dewan buat tertulis untuk dibawa ke PUTR Pemprov Sulsel,” tutur Kasim yang juga Kepala SMP Negeri 19 Makassar, di tengah massanya dan berjanji akan turun lagi bila tak terealisir.

Rahman Pina, Anggota DPRD Sulsel Dapil Makassar 2 yang mewilayahi Kecamatan Manggala, yang juga penduduk asli Kecamatan Manggala mengungkapkan, Tim dari Pemprov sudah turun meninjau lapangan seluas 570 M2 dan akan mengerjakan bulan Juni dan Juli ini, dengan menggunakan anggaran lain untuk betonisasi karena rusak parah.

“Sudah dianggarkan 2023, namun rusak parah dan mendesak terpaksa gunakan anggaran lain dulu,” ungkapnya, sebelum membubuhkan tandatangan “kesepakatan” dengan masyarakat.

Mereka membuka jalan setelah kembali membawa surat pernyataan itu ke kantor PUTR Sulsel, sekitar pukul 17.15 sore.

Sebelum aksi sekitar pukul 13.00 siang, Kapolsek Kompol H. Edhy Supriadi Idrus, SH terlebih duduk bersama pengunjuk rasa membahas dan meminta agar unjuk rasa dapat berjalan dengan tertib.

“Alhamdulillah berlangsung aman dan terkendali,” tutur Kapolsek yang sehari sebelumnya sebagaimana diberitakan Media ini, berinisiatif menimbun jalan rusak tersebut sebagai alternatif cegah macet.

Sebelum bubar, sejumlah pengunjuk rasa menyatakan dan memastikan, bahwa mereka akan kembali turun ke jalan jika perbaikan jalan Antang Raya yang sudah menelan banyak korban kecelakaan, meski belum mengakibatkan korban jiwa, tak ada realisasi.

Sementara itu sejumlah pengamat menyayangkan kurangnya kehadiran Pemerintah setempat memberi support dalam beberapa kali aksi sebagai rasa keprihatinan untuk kemaslahatan rakyatnya. (AP)

error: Content is protected !!