Memuat Ramadhan…
Memuat cuaca…
Kriminal

4 Telah Tertangkap, Polisi Masih Kejar Pelaku Duel ala “Gladiator” di Bogor

576
×

4 Telah Tertangkap, Polisi Masih Kejar Pelaku Duel ala “Gladiator” di Bogor

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – Polisi akan terus melakukan pengusutan pelaku atas kasus tewasnya Hilarius Christian Event Raharjo yang berduel ala gladiator di Bogor. Satu pelaku lain masih diburu polisi.

“Pelakunya sudah kita tangkap empat orang. Tinggal satu lagi,” ujar Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto usai kegiatan HUT ke-62 Polantas di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jabar, Jumat (22/9/2017).

Irjen Pol. Agung mengatakan saat ini tim dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bogor tengah mengejar pelaku. Identitas pelaku sudah diketahui polisi.

“Kita sedang kejar. Mudah-mudahan enggak terlalu lama bisa tertangkap,” kata Irjen Pol. Agung, seperti dirilis Humas Mabes Polri, Sabtu (23/9/2017).

Empat pelaku yang ditangkap polisi yaitu berinisial BV, HK, MS dan TB. Polisi menangkap mereka di tempat terpisah. BV diringkus aparat di Yogyakarta, MS di Bandung, HK dan TB di Bogor.

Mereka memiliki peran berbeda. BV selaku orang yang berduel dengan Hilarius. Sementara MS bertugas mencari lokasi duel sekaligus menjadi wasit.

Hilarius yang merupakan siswa kelas X SMA Budi Mulia Bogor tewas setelah berduel dengan BV siswa SMA Mardi Yuana. Keduanya dipaksa berkelahi ala gladiator di Taman Palupuh, Tegal Gundil Bogor

Hilarius tewas setelah dipaksa oleh seniornya duel ala gladiator

Hilarius tewas setelah dipaksa oleh seniornya saat duel ala gladiator. Remaja yang akrab disapa Hila itu menderita luka memar di bagian wajah serta pecahnya pembuluh darah di bagian kepala. Peristiwa itu terjadi pada Januari 2016.

Pengungkapan terhadap kasus ini sempat terhenti lantara keluarga korban sempat menolak untuk dilakukan otopsi. Kasus tersebut kembali mencuat setelah ibu korban memposting tulisan tentang kasus kematian Hilarius di akun Facebook pribadinya, Maria Agnes.

Dalam isi curhatan yang diposting pada tanggal 12 September 2017 itu, Maria memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk menegakkan keadilan terkait kematian anaknya. Kasus itu kemudian menjadi perhatian dari sejumlah pihak, termasuk dari relawan Jokowi.

Secara khusus, mereka mendatangi Mapolresta Bogor dan meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Polisi kemudian kembali membuka kasus tersebut dan meminta pihak keluarga agar menyetujui proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. (*/shar)

error: Content is protected !!