MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan rumah bersubsidi. Hingga akhir November 2024, sudah ada 69.726 unit rumah yang tersedia di Sulawesi Selatan, menurut data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).
Dari total tersebut, kontribusi terbesar datang dari Asosiasi REI dengan 34.084 unit, diikuti APERSI dengan 17.623 unit, PI dengan 7.450 unit, HIMPERRA sebanyak 6.346 unit, serta asosiasi pengembang lainnya.
Sepanjang 2024, hingga November, tercatat 13.558 unit rumah baru yang terbangun. Dalam rincian KPR 2024, REI menyumbang 6.410 unit, APERSI 3.681 unit, PI 1.429 unit, HIMPERRA 1.141 unit, dan sisanya dari pengembang lain.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sulsel, Andi Bakti Haruni, menjelaskan bahwa pihaknya telah memfasilitasi pembangunan 34.084 unit rumah bersubsidi untuk MBR. “Ini adalah bagian dari upaya kami memberikan hunian yang layak untuk masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Sulsel juga menghadirkan layanan Sertifikasi dan Registrasi Pengembang Perumahan Kualifikasi Menengah (Serasi Peran), yang mengacu pada Permen PUPR Nomor 24/PRT/M/2018. Tahun ini, sudah ada lima pengembang yang mendapatkan sertifikasi tersebut.
“Sertifikasi ini memastikan pengembang memiliki kompetensi dan legalitas, sehingga pembangunan rumah bersubsidi terjamin kualitasnya,” tambah Andi Bakti.
Dengan langkah ini, Sulawesi Selatan terus berupaya memastikan warganya mendapatkan hunian yang layak dan berkualitas, sekaligus mendukung pengembang untuk menjalankan tugasnya secara profesional. (*/4dv)













