MAKASSAR—Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli secara tegas meminta penanganan sampah di Kota Makassar perlu ditingkatkan. Olehnya itu dia mendorong peningkatan dan pelengkapan fasilitas penunjang.
Hal itu disampaikan Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akrab disapa Acil ini saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan atau Kebersihan, di Hotel Almadeera, Rabu (20/7/2022).
Peningkatan fasilitas yang dinaksdu menurut Acil diantaranya penambahan armada angkutan sampah, yang lebih memudahkan petugas sampah dalam menjalankan tugasnya.
“Tidak seperti tangkasaki lagi, yang harus diangkut dulu dan dibuang lagi. Ini nanti tinggal diambil pakai truk itu seperti excavator,” katanya.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan ini meyakini fasilitas yang terpenuhi dapat mempermudah proses pembuangan sampah ke TPA, tanpa menyusahkan para petugas.
“Bayangkan itu sampah ta kalau pakai truk yang ada harus 5 jam mengantri untuk membuang ke TPA. Belum lagi karena armada kita yang masih sedikit di kecamatan,” urainya.
Sementara itu, Staf Ahli Pemkot Makassar, Sittiara Kinang yang juga bertindak sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan, untuk meningkatkan pelayanan persampahan memang perlu dibarengi dengan peningkatan fasilitas. Untuk itu, masyakarat harus berkontribusi melalui pembayaran retribusi.
“Retribusi itu wajib dibayarkan oleh masyakarat sebagai bentuk peningkatan pelayanan. Karena disitu, kita pakai untuk operasional dan segala macam,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu Sittiara juga meminta agar masyakarat tetap taat membayar retribusi, sehingga masalah persampahan juga bisa terkendali.
“Janganki kasihan malas-malas. Apalagi di Lae-lae pasti rendahji, karena kasih petugas yang membantu kita, sebab tidak cukup dana pemerintah,” tambahnya.
Pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Suwandi menuturkan, bahwa pihaknya terus berupaya menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA, salah satunya dengan memaksimalkan Bank Sampah yang berperan memilah sampah sebelum ke TPA.
“Di setiap kecamatan itu juga kita sudah punya armada, seperti Fukuda dan Tangkasaki. Demikian juga di Kelurahan. Tapi memang sampah yang masuk ke TPA itu banyak sekali,” tukas Suwandi. (t4m)













