Advertisement - Scroll ke atas
GowaMedia Kampus

Mahasiswa KKN Unhas Ciptakan Apotek Hidup di Pondok Pesantren, Bantu Masyarakat Dengan Tanaman Obat Herbal

569
×

Mahasiswa KKN Unhas Ciptakan Apotek Hidup di Pondok Pesantren, Bantu Masyarakat Dengan Tanaman Obat Herbal

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Unhas Ciptakan Apotek Hidup di Pondok Pesantren, Bantu Masyarakat Dengan Tanaman Obat Herbal
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Insan Cendekia, Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

GOWA—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Insan Cendekia, Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pada 5 Januari 2025, mereka memulai proyek apotek hidup yang melibatkan penanaman berbagai jenis tanaman obat herbal, seperti kunyit putih, kunyit kuning, jahe, lengkuas, dan kencur, di area pondok pesantren tersebut.

Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat tentang manfaat tanaman obat, tetapi juga untuk menciptakan solusi praktis dan alami dalam menjaga kesehatan.

Inisiatif ini dipimpin oleh Ouedraogo Assane, seorang mahasiswa internasional dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, yang juga bertanggung jawab menyusun buku saku berisi panduan tentang cara merawat, menanam, dan memanfaatkan tanaman herbal. Buku ini dibagikan kepada para santri dan guru di pondok pesantren pada Minggu (26/1/2025).

Assane menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan manfaat ganda. “Selain mendukung kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan alami,” ujar Assane.

Buku saku yang disusun oleh Assane berisi panduan lengkap tentang tanaman herbal yang ditanam di pondok pesantren tersebut. Para santri dan guru diharapkan dapat dengan mudah memahami cara menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman tersebut untuk pengobatan.

Harapannya, tanaman herbal ini dapat membantu masyarakat sekitar dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan ringan dengan cara yang lebih alami dan terjangkau.

Muhammad Zahran Sabir, Ketua OSIS SMP Tahfizhul Qur’an Islam Cendekia, mengungkapkan apresiasinya terhadap apotek hidup yang diciptakan oleh mahasiswa KKN Unhas.

Ia merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi santri yang sering kali mengalami gangguan kesehatan.

“Banyak teman-teman saya yang flu dan batuk. Buku saku ini sangat membantu mereka sembuh dengan ramuan dari tanaman herbal yang kami tanam di pondok,” ujarnya.

Senada dengan Zahran, santri lainnya, Muhammad Dzakwan Fadhi, menambahkan, “Apotek hidup ini sangat baik. Saat ada teman yang sakit, kita tidak perlu ke pasar untuk mencari obat herbal. Cukup ambil rempah-rempah di lahan pondok dan buat obat sendiri.” Hal ini menunjukkan betapa mudahnya memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk kesehatan.

Pembina Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Insan Cendekia, Muhaji Said, juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, tanaman herbal yang ditanam di apotek hidup dapat mengobati berbagai penyakit ringan, bahkan banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan tanaman herbal tersebut.

“Buku saku ini sangat lengkap. Selain cara menanam dan memanfaatkan tanaman, juga ada panduan tentang cara membuat obat herbalnya. Panduan ini sangat sederhana dan mudah diikuti oleh siapa saja,” jelas Muhaji.

Dengan adanya apotek hidup di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Insan Cendekia, selain memberikan manfaat bagi kesehatan, program ini juga menjadi langkah penting dalam melestarikan kearifan lokal yang telah ada sejak lama. Keberadaan tanaman obat herbal yang mudah ditemukan di sekitar kita diharapkan dapat menjadi solusi praktis dan alami untuk menjaga kesehatan masyarakat, sekaligus memberikan edukasi tentang keberagaman cara pengobatan yang berbasis alam.

Melalui inisiatif seperti ini, mahasiswa KKN Unhas tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, tetapi juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan, yang dapat membawa manfaat jangka panjang bagi kesehatan dan lingkungan. (Cj/Ag4ys)

Citizen Hurnalism : Akbar Wijaya (Mahasiswa Agroteknologi Unhas)

error: Content is protected !!