MAKASSAR—Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar Pelatihan Healthy City bagi praktisi dan pengelola sektor kesehatan pada 12–13 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di lingkungan kampus FKM Unhas dan Hotel Convention Universitas Hasanuddin.
Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, Ph.D., mengatakan pelatihan ini diikuti mahasiswa Program Magister (S2) Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) dari Universitas Mulawarman yang berasal dari kalangan kepala puskesmas, staf puskesmas, hingga aparatur Dinas Kesehatan. Penjelasan tersebut disampaikan kepada mediasulsel.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (16/1/2026).
Pelatihan didampingi akademisi Universitas Mulawarman, Dr. Ratno Adrianto, S.KM., M.Kes., yang berperan sebagai pendamping akademik sekaligus fasilitator dalam proses pembelajaran, diskusi, dan refleksi selama kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan di FKM Unhas pada Senin (12/1/2026), kemudian dilanjutkan sesi malam di Hotel Convention Unhas.
Dalam sambutannya, Prof. Sukri menyampaikan bahwa penguatan kapasitas aparatur kesehatan dan pemangku kebijakan daerah perlu dilakukan melalui pendekatan akademik berbasis bukti. Menurutnya, konsep Healthy City mencakup integrasi kebijakan, tata kelola, dan partisipasi masyarakat, selain aspek lingkungan fisik.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah daerah melalui pendidikan dan pelatihan yang memperkuat kemampuan perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembangunan kesehatan,” ujar Prof. Sukri.
Pada sesi utama, peserta menerima pemaparan mengenai Healthy Cities sebagai salah satu setting dalam pembangunan kesehatan berkelanjutan. Kegiatan berlanjut pada hari kedua, Selasa (13/1/2026), dengan fokus pada aspek implementatif dan pembelajaran berbasis praktik.
Materi Penilaian Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia disampaikan Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Provinsi Sulawesi Selatan, Muslim Rasyid. Materi tersebut mengulas kerangka penilaian, indikator, serta mekanisme evaluasi capaian daerah, disertai paparan praktik penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Makassar.
Melalui pelatihan ini, FKM Unhas menjadi ruang integrasi antara penguatan teori dan pengalaman lapangan bagi para peserta. Kegiatan tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas analisis kebijakan dan penerapan program kesehatan di tingkat layanan primer dan daerah. (Ag4ys)

















