PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya •
Makassar

Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah

7
×

Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah

Sebarkan artikel ini
Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah
Reksa Fadillah dan Reinhart memilih menjadi mitra pengemudi Maxim untuk membantu memenuhi kebutuhan kuliah. Keduanya memanfaatkan waktu sebelum, setelah, hingga jeda perkuliahan untuk mengambil order tanpa meninggalkan aktivitas akademik.

MAKASSAR—Reksa Fadillah dan Reinhart memilih menjadi mitra pengemudi Maxim untuk membantu memenuhi kebutuhan kuliah. Keduanya memanfaatkan waktu sebelum, setelah, hingga jeda perkuliahan untuk mengambil order tanpa meninggalkan aktivitas akademik.

Bagi Reksa Fadillah dan Reinhart, menjadi mitra pengemudi Maxim memberikan kesempatan memperoleh penghasilan tanpa mengesampingkan perkuliahan.

Keduanya memanfaatkan fleksibilitas dalam menentukan waktu bekerja dengan mengambil order sebelum, setelah, maupun di sela-sela jadwal kuliah.

Reksa, mahasiswa semester 9 Universitas Negeri Makassar, telah menjadi mitra pengemudi Maxim selama lima bulan. Ia biasanya mengambil order selama 6 hingga 7 jam sehari dan menyesuaikannya dengan jadwal perkuliahan.

Saat memiliki kelas, Reksa dapat on bid sebelum berangkat ke kampus dan kembali mengambil order setelah kuliah. Penghasilan sekitar hingga Rp150.000 per hari turut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kuliahnya.

“Kalau ada jadwal kuliah, biasanya saya mulai mengambil order dari jam 8 sebelum ke kampus, lalu dilanjutkan setelah kuliah sampai sekitar jam 7 malam. Jadi waktunya bisa saya sesuaikan dengan jadwal kuliah,” ujar Reksa.

Hal serupa dilakukan Reinhart, mahasiswa semester 5 Politeknik Negeri Ujung Pandang yang telah menjadi mitra pengemudi Maxim selama dua tahun.

Ia memanfaatkan waktu sebelum dan setelah kuliah, termasuk ketika memiliki jeda antarmata kuliah, untuk mengambil order. Penghasilan yang diperoleh digunakan untuk makan, membayar kos, kebutuhan kuliah, serta biaya operasional kendaraan.

“Menjadi driver membuat saya bisa lebih mandiri dan belajar mengatur waktu antara kuliah dan bekerja. Kalau ada waktu kosong, saya bisa gunakan untuk mengambil order, lalu kembali fokus ke kuliah,” tutur Reinhart.

Fleksibilitas dalam menentukan waktu bekerja membantu keduanya menjalankan peran sebagai mahasiswa sekaligus mitra pengemudi.

Penghasilan dari Maxim dapat mereka manfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Pengalaman Reksa dan Reinhart menjadi gambaran bagaimana sistem kerja fleksibel Maxim dimanfaatkan oleh ribuan masyarakat untuk tetap produktif sekaligus menjalankan tanggung jawab. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com