PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla •
Opini

Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa

15
×

Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Moch. Refa Amirul
Moch. Refa Amirul (Founder MianaIde)

OPINI—Maraknya penggunaan media online telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul fenomena bullying di ruang digital yang semakin sering terjadi, termasuk di kalangan mahasiswa.

Tidak jarang komentar yang awalnya dianggap sebagai candaan justru berkembang menjadi tindakan perundungan yang menyerang individu secara terus-menerus.

Akibatnya, korban dapat mengalami tekanan psikologis, menurunnya rasa percaya diri, hingga terganggunya kesehatan mental.

Di balik kemudahan berkomunikasi, media online juga kerap menjadi ruang bagi sebagian orang untuk mempermalukan orang lain melalui komentar, unggahan, maupun tanggapan bernada merendahkan.

Tindakan yang sering dianggap sebagai candaan itu dapat menimbulkan dampak psikologis serius bagi korban, seperti menurunnya rasa percaya diri, kecemasan, hingga tekanan mental.

Tak hanya terjadi di ruang digital, perundungan juga kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menjadi sasaran bullying hanya karena dianggap memiliki kekurangan, baik dari segi penampilan, cara berbicara, kondisi fisik, maupun latar belakang sosialnya.

Tidak sedikit mahasiswa yang harus menghadapi ejekan, sindiran, atau perlakuan merendahkan dari lingkungan sekitarnya. Jika dibiarkan, tindakan tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis korban, mengurangi rasa percaya diri, dan menghambat perkembangan diri mereka.

Yang lebih memprihatinkan, sebagian pelaku perundungan justru berlindung di balik alasan “hanya bercanda” ketika komentar mereka menimbulkan luka bagi orang lain. Candaan tidak seharusnya menjadi pembenaran untuk merendahkan, mempermalukan, atau menjatuhkan seseorang.

Terlebih lagi, ada yang menggunakan akun anonim atau akun palsu untuk melontarkan ejekan tanpa berani mempertanggungjawabkan perkataannya. Tindakan seperti ini menunjukkan rendahnya empati terhadap sesama dan mengabaikan dampak psikologis yang harus ditanggung korban.

Di balik satu komentar yang dianggap sepele, bisa saja ada seseorang yang sedang berjuang mempertahankan kepercayaan dirinya.

Bagi siapa pun yang pernah melontarkan komentar, ejekan, atau candaan yang berpotensi menyakiti orang lain, penting untuk memahami bahwa tidak semua orang menerima hal tersebut dengan cara yang sama. Apa yang dianggap lucu oleh satu pihak bisa menjadi luka bagi pihak lain.

Ironisnya, sebagian orang bahkan memilih bersembunyi di balik akun anonim atau akun palsu (fake account) untuk melontarkan komentar yang merendahkan dan mempermalukan orang lain. Anonimitas di ruang digital sering kali membuat seseorang merasa bebas berkata apa saja tanpa memikirkan dampak yang harus ditanggung korbannya.

Pada akhirnya, media online seharusnya menjadi ruang untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan membangun relasi yang positif, bukan tempat untuk menjatuhkan atau mempermalukan orang lain.

Kesadaran untuk saling menghargai dan berempati perlu terus dibangun agar ruang digital menjadi lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi semua pengguna.

Selain berdampak pada kondisi psikologis korban, tindakan perundungan di ruang digital juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya.

Malam dini hari di Kota Makassar, ketika sebagian orang terlelap dalam tidurnya, masih ada mereka yang harus menahan luka akibat kata-kata yang dianggap sekadar candaan. Padahal, tidak semua luka dapat terlihat oleh mata. (*)

Moch. Refa Amirul


Penulis:
Moch. Refa Amirul
(Founder MianaIde)

Disclaimer:
Setiap opini, artikel, informasi, maupun berupa teks, gambar, suara, video, dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab masing-masing individu, dan bukan tanggung jawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com