MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Pemberdayaan Masyarakat dalam Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal yang digelar di Ruang Rapat Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang didukung Badan Pangan Nasional (National Food Agency) itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap beras dan terigu.
Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan DKP Kota Makassar, Faisal, S.Pt., M.Si, mewakili kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dr. Nirwan Niswan Mangkasa, S.T., M.AP., mengatakan peserta bimtek merupakan ketua kelompok atau perwakilan dari 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA yang terbentuk pada 2026.
“Peserta merupakan ketua kelompok atau perwakilan dari 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA yang terbentuk di tahun 2026,” kata Faisal.
Menurutnya, penyelenggaraan bimtek untuk POKMAS tersebut dilaksanakan pada 22, 23 dan 28 September 2026 di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar.
Melalui kegiatan tersebut, para POKMAS diharapkan tidak hanya memahami konsep B2SA, tetapi juga mampu menerapkannya di tengah masyarakat.
“POKMAS memahami dan menerapkan pola konsumsi B2SA, yakni beragam, bergizi, seimbang dan aman. Sedang tujuan akhir dari kegiatan ini adalah masyarakat sehat, aktif dan produktif,” ujarnya.
Konsep B2SA juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal Sulawesi Selatan seperti jagung, ubi, sorgum dan ikan. Pangan lokal tersebut dapat diolah menjadi berbagai menu yang menarik sekaligus memiliki nilai gizi.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam bimtek yakni cara mengolah sayuran agar lebih menarik bagi anak. Sayuran tidak hanya disajikan dengan cara pengolahan yang umum, tetapi dapat dikreasikan menjadi menu yang membuat anak tidak mudah bosan.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Peserta mendapatkan kesempatan menggali informasi mengenai penerapan pola konsumsi B2SA serta pengolahan pangan lokal.
DKP Kota Makassar berharap keberadaan POKMAS Rumah Pangan B2SA dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, edukasi mengenai konsumsi pangan yang beragam dan bergizi tidak berhenti di ruang bimtek, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.(70n)









