TORAJA UTARA — Toraja Highland Festival (THF) 2026 akan berkolaborasi dengan ritus adat Merok dalam rangka peresmian Tongkonan Potoksia dan Tongkonan Kamiri di kawasan Buntu Pune, Toraja Utara, pada 3–7 November 2026. Perpaduan festival dan tradisi adat ini diharapkan memperkuat promosi budaya Toraja sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Persiapan kegiatan dibahas dalam konferensi pers dan rapat koordinasi di Rumah Jabatan Bupati Toraja Utara, Madarana, Rabu (28/10/2026). Pertemuan tersebut melibatkan panitia dari Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) DPC Toraja Utara, perwakilan media, organisasi perangkat daerah (OPD), pihak kecamatan, serta tokoh adat.
Ketua Panitia THF 2026, Marselinus Dua Lembang, mengatakan festival ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan berbasis budaya.

Buntu Pune dipilih karena menjadi lokasi pelaksanaan ritus Merok sekaligus memiliki nilai sejarah dan potensi wisata yang perlu diperkenalkan lebih luas. Kawasan cagar budaya ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan warisan leluhur Toraja kepada pengunjung.
THF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5–7 November, sementara ritus Merok digelar pada 3–7 November. Puncak kegiatan akan berlangsung Sabtu, 7 November 2026.
Ketua MASATA DPC Toraja Utara, Damayanti B. Palimbong, menekankan pentingnya koordinasi antara panitia, pemerintah, masyarakat adat, dan media agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk memeriahkan festival, antara lain lomba foto, fun bike, pameran foto dan lukisan, pameran UMKM, apresiasi lettoan, serta pentas seni. Publikasi melalui media juga diharapkan memperluas jangkauan promosi festival.
Dari sektor ekonomi, panitia menyiapkan 10 stan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memamerkan produk lokal kepada pengunjung. Kehadiran pelaku usaha diharapkan membuka peluang pemasaran sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Sementara itu, rapat koordinasi turut membahas pengaturan kendaraan dan penataan tamu bersama keluarga tongkonan yang menggelar ritus Merok. Langkah ini dinilai penting karena puncak kegiatan diperkirakan dihadiri ribuan orang, termasuk keluarga besar dan keturunan Tongkonan Potoksia serta Tongkonan Kamiri.
Melalui kolaborasi festival dan ritus adat ini, Toraja Highland Festival 2026 diharapkan tidak hanya memperkenalkan seni dan budaya Toraja, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata Buntu Pune serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. (4nny)













