Advertisement - Scroll ke atas
Toraja Utara

Wali Kota Makassar Hadiri Festival Hutan Toraja, Serukan Harmoni dan Pelestarian Alam

883
×

Wali Kota Makassar Hadiri Festival Hutan Toraja, Serukan Harmoni dan Pelestarian Alam

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar Hadiri Festival Hutan Toraja, Serukan Harmoni dan Pelestarian Alam
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri langsung Festival Hutan Toraja yang digelar di kawasan Hutan Tandung Nanggala, Toraja Utara, Sabtu (14/6/2025). Festival ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Gereja Toraja yang mengusung tema “Merawat Bumi Rumah Bersama”.

TORAJA UTARA—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri langsung Festival Hutan Toraja yang digelar di kawasan Hutan Tandung Nanggala, Toraja Utara, Sabtu (14/6/2025). Festival ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Gereja Toraja yang mengusung tema “Merawat Bumi Rumah Bersama”.

Dalam sambutannya, Munafri—yang akrab disapa Appi—menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh jemaat Gereja Toraja. Ia juga menegaskan pentingnya peran gereja dalam memperkuat kehidupan sosial keagamaan di Kota Makassar.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Selamat ulang tahun ke-78 Gereja Toraja dan selamat melaksanakan Festival Hutan Toraja. Gereja Toraja memiliki peran penting di Makassar, bahkan menjadi yang terbesar dalam jumlah jemaat,” ucap Appi.

Lebih dari sekadar seremoni keagamaan, festival ini menjadi ruang perjumpaan lintas iman, daerah, dan latar belakang. Appi menyampaikan pesan kebangsaan yang kuat: menjaga harmoni dalam keberagaman adalah fondasi utama membangun Makassar.

“Yang membedakan kita hanya ideologi, tapi persaudaraan dan kemanusiaan harus kita tempatkan di atas segalanya. Makassar adalah rumah kita semua,” tegasnya.

Appi juga mengajak seluruh warga, khususnya jemaat Gereja Toraja, untuk terus menjaga kerukunan dalam kebhinekaan. Ia mengenang kedekatannya dengan jemaat bahkan sebelum menjabat sebagai Wali Kota.

“Sebelum saya jadi Wali Kota, ulang tahun saya bahkan dirayakan di Sinode. Saya merasa sudah menjadi bagian dari keluarga besar Gereja Toraja,” kenangnya.

Festival ini juga dihadiri oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni. Dalam sambutannya, Raja Juli menekankan pentingnya keterlibatan tokoh agama dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“Menjaga alam adalah bagian dari ajaran agama. Tokoh-tokoh agama memiliki peran besar dalam mengajarkan umat untuk mencintai dan melindungi lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelestarian lingkungan adalah panggilan moral dan spiritual, bukan sekadar kewenangan pemerintah. Raja Juli juga menyinggung potensi besar hutan Toraja Utara sebagai kawasan ekowisata berbasis kearifan lokal.

“Jika dikelola dengan baik, kawasan ini bisa menjadi contoh harmonisasi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Manfaatnya akan dirasakan secara ekologis dan ekonomis,” jelasnya.

Sebagai simbol komitmen terhadap lingkungan, acara ditutup dengan penanaman pohon di kawasan Hutan Tandung Nanggala. Aksi ini menjadi tanda nyata sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Festival Hutan Toraja tak hanya menjadi momen perayaan, tapi juga momentum kebersamaan dalam menjaga alam, mempererat toleransi, dan membangun masa depan yang lestari. (70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!