Advertisement - Scroll ke atas
Otomotif

Mobil Bekas di Bawah Rp70 Juta Paling Diburu di Sulsel, Ini Mobil Favorit dan Plus-Minusnya

1505
×

Mobil Bekas di Bawah Rp70 Juta Paling Diburu di Sulsel, Ini Mobil Favorit dan Plus-Minusnya

Sebarkan artikel ini
Mobil Bekas di Bawah Rp70 Juta Paling Diburu di Sulsel, Ini Mobil Favorit dan Plus-Minusnya
Foto by: repro from marketplace FB

MAKASSAR—Selama semester pertama tahun 2025, pasar mobil bekas di Sulawesi Selatan mencatat lonjakan peminat yang cukup signifikan, terutama untuk unit dengan harga di bawah Rp70 juta. Kenaikan harga mobil baru dan kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang terjangkau membuat mobil bekas kembali jadi primadona.

Beberapa jenis mobil keluaran tahun 2000-an awal hingga pertengahan 2010 masih menjadi pilihan utama karena dianggap irit, mudah dirawat, dan memiliki ketersediaan suku cadang yang melimpah. Bahkan, sejumlah unit lawas yang sudah tergolong mobil klasik pun masih diburu karena karakter mesinnya yang bandel dan desain yang khas.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Toyota Avanza keluaran 2006 hingga 2009, misalnya, tetap menjadi yang paling banyak diburu. Dengan harga di kisaran Rp60 hingga Rp68 juta, Avanza dianggap sebagai mobil keluarga paling fleksibel.

Selain irit bahan bakar dan mampu menampung hingga tujuh penumpang, suku cadangnya sangat mudah ditemukan bahkan di bengkel-bengkel kecil. Meski begitu, beberapa pengguna mengeluhkan interiornya yang terkesan sederhana serta suspensi yang terasa cukup keras saat melintasi jalan rusak.

Tak kalah populer, Daihatsu Xenia 1.0 Mi lansiran tahun yang sama juga menjadi alternatif bagi mereka yang ingin fitur hampir serupa dengan harga sedikit lebih terjangkau.

Kendaraan ini dikenal irit, murah biaya perawatan, dan cocok untuk kebutuhan keluarga kecil maupun operasional usaha ringan. Namun, performa mesinnya yang hanya 1.000 cc terasa kurang bertenaga, terutama saat dipacu di tanjakan.

Di segmen city car, Suzuki Karimun Estilo masih menarik minat, terutama bagi pengemudi pemula dan ibu rumah tangga. Harganya yang berkisar Rp50 hingga Rp65 juta dengan desain yang ringkas menjadikannya ideal untuk pemakaian dalam kota.

Kelebihannya ada pada efisiensi bahan bakar dan kemudahan parkir, tapi kabin yang sempit dan kestabilan yang kurang saat kecepatan tinggi menjadi catatan tersendiri.

Sementara itu, Honda Civic Wonder SB3 tahun 1986 hingga 1989 tetap diminati, khususnya kalangan muda yang menyukai gaya retro. Mobil ini dibanderol antara Rp30 sampai Rp50 juta, tergantung kondisi. Mesinnya masih terbilang tangguh, tetapi konsumsi bahan bakarnya relatif boros, dan suku cadang asli mulai sulit ditemukan.

Untungnya, komunitas penggemar Honda lawas cukup aktif di Makassar dan sekitarnya, sehingga akses informasi dan onderdil tetap terbuka.

Bagi pecinta medan berat, Suzuki Katana GX tahun 1992 hingga 1996 menjadi pilihan klasik yang terus dicari. Selain tangguh di medan terjal, mobil ini dikenal mudah dimodifikasi dan punya daya tahan luar biasa.

Harganya masih bertahan di kisaran Rp45 hingga Rp65 juta. Meski bukan pilihan ideal untuk perjalanan jauh karena kenyamanannya terbatas, daya tarik Katana tetap kuat di kalangan off-roader Sulsel.

Sementara itu, Kia Picanto produksi awal 2000-an juga ikut meramaikan daftar mobil bekas terlaris. Dengan harga antara Rp45 hingga Rp60 juta, mobil ini menawarkan desain yang cukup modern dan cocok untuk penggunaan harian dalam kota.

Namun, beberapa pengguna mengeluhkan masalah pada sistem kelistrikan dan harga jual kembali yang cenderung turun.

Hyundai Atoz juga masih mendapat tempat, meski unitnya mulai jarang terlihat di jalan. Model kompak dengan harga Rp35 hingga Rp55 juta ini masih dicari karena mudah dikendalikan dan cocok untuk kebutuhan pribadi atau pengemudi pemula. Sayangnya, ketersediaan suku cadang bodi mulai terbatas, terutama di luar wilayah Makassar.

Terakhir, Toyota Soluna 1.5 GLI produksi 2001 sampai 2003 masih dianggap sebagai sedan bandel dan irit yang tak lekang oleh waktu. Dengan harga sekitar Rp45 hingga Rp65 juta, Soluna menawarkan keunggulan dari sisi perawatan yang murah dan mesin yang awet. Namun, tampilannya yang sudah ketinggalan zaman dan suspensi belakang yang agak keras menjadi kekurangan yang sering disebut.

Secara umum, mobil-mobil bekas di bawah Rp70 juta ini tetap jadi pilihan rasional bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Selain karena harga yang ramah di kantong, faktor kemudahan servis dan ketersediaan spare part masih menjadi pertimbangan utama.

Bagi yang sedang berburu mobil bekas, teliti sebelum membeli adalah kunci utama. Cek kondisi mesin, kelengkapan surat, dan riwayat servis agar tidak merugi di kemudian hari.

Pasar mobil bekas di Sulsel diperkirakan akan tetap bergeliat hingga akhir tahun, terutama menjelang momen tahun ajaran baru dan musim liburan. Bila cermat, mobil bekas bukan sekadar kendaraan, tapi juga investasi mobilitas yang tetap menguntungkan. (Ag4ys)

error: Content is protected !!