Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Ketua TP PKK Makassar: Pemilahan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga

563
×

Ketua TP PKK Makassar: Pemilahan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Makassar: Pemilahan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga

MAKASSAR—Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengajak warga disiplin memilah sampah rumah tangga sebagai langkah awal menciptakan lingkungan bersih dan sehat sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ajakan itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digelar Pokja IV TP PKK Makassar di Auditorium Gedung PKK, Rabu (10/9/2025).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Menurut Melinda, perilaku hidup bersih dan sehat tidak hanya sebatas menjaga kesehatan pribadi, tetapi juga mencakup kesadaran mengelola sampah.

“Pemilahan sampah adalah langkah sederhana namun sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia menegaskan, program Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga menitikberatkan pada pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA.

Saat ini, TPA Tamangapa sudah mendekati kapasitas penuh dan diperkirakan hanya mampu bertahan tiga tahun jika tidak ada langkah pengurangan signifikan.

Melinda menyebut, metode pembuangan langsung ke TPA sudah usang dan ditinggalkan negara maju yang lebih memilih pemilahan serta daur ulang.

“Teknologi konversi sampah jadi energi memang ada, tapi butuh proses panjang. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mulai memilah dari rumah,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari hal sederhana, seperti membedakan sampah organik dan anorganik. Menurutnya, jika seratus rumah saja konsisten memilah, dampaknya akan sangat terasa bagi pengurangan sampah kota.

“Apalagi kalau bisa dikelola lebih lanjut, misalnya dijadikan kompos, pakan maggot, atau untuk ternak ayam. Hal kecil ini kalau dilakukan bersama akan sangat membantu pemerintah,” tambahnya.

Melinda berharap kegiatan ini menjadi momentum membangun kesadaran kolektif warga Makassar. “Mari kita jadikan Makassar kota yang bersih, sehat, dan peduli lingkungan,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sunarti, yang membawakan materi penerapan PHBS di keluarga dan masyarakat.

Selain itu, penggiat lingkungan Andi Nurdiansyah memberi edukasi soal pemilahan sampah organik, anorganik, hingga limbah B3, sekaligus cara mengolahnya menjadi produk bermanfaat. (70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!