Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
Otomotif

Hyundai Kuasai Jalanan Indonesia, dari Atoz hingga Ioniq 5: Varian Unggulan, Harga Bekas, dan Masa Depan Otomotif!

947
×

Hyundai Kuasai Jalanan Indonesia, dari Atoz hingga Ioniq 5: Varian Unggulan, Harga Bekas, dan Masa Depan Otomotif!

Sebarkan artikel ini
Hyundai Kuasai Jalanan Indonesia, dari Atoz hingga Ioniq 5: Varian Unggulan, Harga Bekas, dan Masa Depan Otomotif!
Perjalanan Hyundai di Indonesia bukan sekadar kisah merek otomotif asing yang mencoba peruntungan. Dari era mobil mungil Atoz yang sempat merajai jalanan, SUV gagah Santa Fe, hingga kendaraan listrik futuristik Ioniq 5, Hyundai telah menancapkan eksistensinya sebagai salah satu pemain penting di pasar otomotif nasional.

MAKASSAR—Perjalanan Hyundai di Indonesia bukan sekadar kisah merek otomotif asing yang mencoba peruntungan. Dari era mobil mungil Atoz yang sempat merajai jalanan, SUV gagah Santa Fe, hingga kendaraan listrik futuristik Ioniq 5, Hyundai telah menancapkan eksistensinya sebagai salah satu pemain penting di pasar otomotif nasional.

Kehadiran Hyundai Motors Indonesia (HMID) pada 2020 menjadi titik balik besar. Pabrik Hyundai di Cikarang meluncurkan Creta pada 2021 sebagai produk lokal pertama yang menandai komitmen serius pabrikan asal Korea Selatan ini untuk merajai pasar Tanah Air.

Setahun berselang, tepatnya 2022, Hyundai memperkenalkan Ioniq 5, mobil listrik murni pertama berbasis platform E-GMP. Kehadirannya langsung mencuri perhatian publik berkat desain futuristik, teknologi modern, serta jarak tempuh yang mumpuni.

Hyundai juga tak melupakan pasar keluarga. Stargazer dan Staria dihadirkan untuk menjawab kebutuhan MPV, sementara Palisade dan Tucson melengkapi deretan SUV premium.

Pada 2024, Santa Fe terbaru hadir dengan varian Calligraphy dan Hybrid, menawarkan kombinasi desain gagah, kenyamanan mewah, serta pilihan mesin ramah lingkungan.

Di sisi harga, perjalanan Hyundai menunjukkan dinamika menarik. Creta Prime yang saat diluncurkan dibanderol sekitar Rp 397 juta, kini di pasar bekas dapat ditemukan mulai Rp 260 juta untuk varian bawah hingga Rp 380 juta untuk kondisi terbaik.

Ioniq 5 yang awalnya dilepas dengan harga Rp 718 juta hingga hampir Rp 1 miliar, kini mengalami penurunan signifikan. Unit keluaran 2022 bahkan bisa ditemui dengan banderol sekitar Rp 399 juta, meski varian Long Range tahun 2023 masih bertahan di kisaran Rp 620 juta hingga Rp 699 juta.

Sementara itu, Santa Fe Calligraphy dan Hybrid yang baru saja dipasarkan dengan harga antara Rp 724 juta hingga Rp 900 juta, diperkirakan tetap memiliki nilai jual tinggi di pasar second karena statusnya sebagai varian premium dan usia yang masih sangat muda.

Kelebihan Hyundai terletak pada keberanian menawarkan teknologi canggih, desain futuristik, serta komitmen terhadap kendaraan ramah lingkungan. Produksi lokal di Cikarang juga menjadi nilai tambah tersendiri, bukan hanya menekan biaya distribusi tetapi juga membuka peluang ekonomi di dalam negeri.

Namun, tantangan tetap ada. Harga yang relatif tinggi, depresiasi cepat terutama untuk mobil listrik, serta keterbatasan infrastruktur pengisian daya masih menjadi catatan besar. Nilai jual kembali pun belum bisa menyamai merek Jepang yang sudah lebih dulu mengakar.

Meski begitu, langkah Hyundai di Indonesia jelas semakin percaya diri. Dengan strategi menghadirkan model-model baru, memperkuat produksi lokal, dan mendorong transisi ke kendaraan listrik, Hyundai ingin memastikan dirinya menjadi bagian penting dari masa depan otomotif Indonesia.

Kini, pilihan ada di tangan konsumen: tetap bertahan dengan mobil konvensional, beralih ke hybrid, atau melangkah ke era mobil listrik. Satu hal yang pasti, Hyundai telah menancapkan bendera kuat di jalanan Nusantara. (Ag4ys)

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com
Advertisement
Ɨ