Advertisement - Scroll ke atas
Kaltim

Kerja Sama Pertamina Pertachem dan Pupuk Kaltim Pacu Produksi Soda Ash Dalam Negeri

317
×

Kerja Sama Pertamina Pertachem dan Pupuk Kaltim Pacu Produksi Soda Ash Dalam Negeri

Sebarkan artikel ini
Kerja Sama Pertamina Pertachem dan Pupuk Kaltim Pacu Produksi Soda Ash Dalam Negeri
Upaya memperkuat kemandirian industri kimia dalam negeri kembali ditegaskan melalui kerja sama antara PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem) dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penyaluran produk Soda Ash untuk pasar domestik, langkah yang dinilai strategis dalam membangun rantai pasok nasional yang lebih kuat.

SAMARINDA—Upaya memperkuat kemandirian industri kimia dalam negeri kembali ditegaskan melalui kerja sama antara PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem) dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penyaluran produk Soda Ash untuk pasar domestik, langkah yang dinilai strategis dalam membangun rantai pasok nasional yang lebih kuat.

Soda Ash merupakan bahan baku penting bagi berbagai sektor, mulai dari industri kaca, deterjen, hingga pengolahan air. Melalui kolaborasi ini, produksi Soda Ash Pupuk Kaltim juga akan digunakan memenuhi kebutuhan sektor energi, termasuk Pertamina Hulu Rokan, sehingga memperluas dampak manfaat bagi berbagai industri.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Pertachem, sebagai bagian dari Subholding Commercial & Trading Pertamina, selama ini dikenal aktif dalam memastikan kebutuhan petrokimia nasional berjalan lancar.

Reputasi perusahaan di tingkat regional pun menguat setelah masuk dalam jajaran Top 10 Asia Pacific Chemical Distributor versi ICIS, yang menandakan kapasitas pengelolaan rantai pasok kimia yang kompetitif.

Di saat yang sama, Pupuk Kaltim tengah membangun pabrik Soda Ash pertama di Indonesia dengan kapasitas 300 ribu ton per tahun dan produk samping Ammonium Chloride dengan jumlah yang sama.

Fasilitas yang direncanakan beroperasi pada Maret 2028 ini digadang-gadang menjadi tonggak penting pengurangan impor dan penyediaan pasokan domestik yang berkelanjutan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama Pertachem, Oos Kosasih, dan Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal. Oos menilai kolaborasi tersebut sebagai wujud nyata sinergi BUMN dalam memperkuat ekosistem industri petrokimia nasional.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini tak hanya memperluas portofolio Pertachem, tetapi juga mendorong efisiensi rantai pasok dan kemandirian bahan baku dalam negeri.

Dari sisi Pupuk Kaltim, Gusrizal menekankan bahwa pembangunan pabrik Soda Ash merupakan bagian dari agenda hilirisasi dan langkah menuju kemandirian industri nasional.

Inisiatif tersebut juga dikaitkan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular pada proses produksinya.

Kerja sama ini memperlihatkan semangat kolaboratif antar BUMN untuk memperkuat fondasi industri nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha di berbagai sektor.

Pertachem pun menegaskan kembali perannya dalam menjaga ketahanan rantai pasok domestik dan mendorong industri Indonesia menjadi lebih tangguh serta berdaya saing, sejalan dengan semangat Energizing Your Business. (*)

error: Content is protected !!