Advertisement - Scroll ke atas
DKI Jakarta

Waspada! Nama Dr. Muhammad Aras Prabowo Dicatut Penipu di WhatsApp, Modus Investasi hingga Minta Uang

105
×

Waspada! Nama Dr. Muhammad Aras Prabowo Dicatut Penipu di WhatsApp, Modus Investasi hingga Minta Uang

Sebarkan artikel ini
Waspada! Nama Dr. Muhammad Aras Prabowo Dicatut Penipu di WhatsApp, Modus Investasi hingga Minta Uang
Aksi penipuan siber yang mencatut nama tokoh kembali marak. Kali ini, Dr. Muhammad Aras Prabowo menjadi korban pencatutan identitas oleh pihak tidak bertanggung jawab melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp dalam dua hari terakhir.

JAKARTA—Aksi penipuan siber yang mencatut nama tokoh kembali marak. Kali ini, Dr. Muhammad Aras Prabowo menjadi korban pencatutan identitas oleh pihak tidak bertanggung jawab melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp dalam dua hari terakhir.

Pelaku diketahui menggunakan akun WhatsApp palsu yang memasang foto profil Dr. Aras untuk menghubungi sejumlah kolega, rekan kerja, hingga anggota grup WhatsApp guna melancarkan aksi penipuan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Berdasarkan laporan para korban, pelaku menghubungi target melalui pesan teks maupun panggilan telepon. Modus yang dijalankan cukup beragam, mulai dari menawarkan kerja sama bisnis, investasi dengan janji keuntungan besar, hingga permintaan transfer sejumlah uang secara langsung.

Tampilan akun yang menggunakan nama dan foto Dr. Aras membuat beberapa rekan korban sempat terkecoh karena pesan yang dikirimkan terlihat sangat meyakinkan.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Muhammad Aras Prabowo menyatakan keprihatinannya dan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terkait dengan pesan-pesan tersebut.

“Saya menegaskan bahwa itu bukan saya. Nama saya digunakan untuk tindakan tidak bertanggung jawab. Saya berharap agar teman-teman waspada, modus seperti ini marak di WA. Sekali lagi mohon untuk tidak digubris,” tegas Dr. Aras dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).

Ia juga mengimbau siapa pun yang menerima pesan mencurigakan atas nama dirinya untuk segera memutus komunikasi, tidak mengirimkan dana dalam bentuk apa pun, dan tidak membagikan data pribadi kepada pelaku.

Dr. Aras mendorong para korban atau pihak yang merasa dirugikan untuk segera melakukan tindakan hukum dengan melaporkan nomor tersebut ke pihak kepolisian maupun kanal resmi pengaduan WhatsApp.

“Bagi teman-teman yang merasa dirugikan, silakan dilaporkan ke pihak berwajib. Simpan bukti percakapan dan tangkapan layar (screenshot) nomor pengirim untuk mempermudah proses penelusuran,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diingatkan untuk selalu melakukan verifikasi melalui kontak resmi yang telah tersimpan sebelumnya sebelum menanggapi permintaan bersifat finansial. Dr. Aras menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kewaspadaan digital di tengah maraknya kejahatan siber saat ini. (Ag4ys)

error: Content is protected !!