PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional • Ilusi Kapitalisme Mengentas Kemiskinan • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • Dari Desa Beroanging, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa Nasional • Ilusi Kapitalisme Mengentas Kemiskinan • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti •
Makassar

Rayakan Hari Ibu, Maxim Apresiasi Pengemudi Perempuan di Makassar

373
×

Rayakan Hari Ibu, Maxim Apresiasi Pengemudi Perempuan di Makassar

Sebarkan artikel ini
Rayakan Hari Ibu, Maxim Apresiasi Pengemudi Perempuan di Makassar
Dalam rangka peringatan Hari Ibu, Maxim Indonesia memberikan apresiasi kepada pengemudi perempuan di Makassar sebagai bentuk penghormatan atas peran mereka yang tetap bekerja di jalan sekaligus menjalani kehidupan keluarga dengan berbagai tantangan.

MAKASSAR—Dalam rangka peringatan Hari Ibu, Maxim Indonesia memberikan apresiasi kepada pengemudi perempuan di Makassar sebagai bentuk penghormatan atas peran mereka yang tetap bekerja di jalan sekaligus menjalani kehidupan keluarga dengan berbagai tantangan.

Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pembagian bunga, voucher, dan merchandise eksklusif kepada pengemudi perempuan yang berstatus ibu. Di balik aktivitas mereka, tersimpan kisah perjuangan personal yang menjadi bagian dari keseharian para mitra pengemudi.

Salah satunya Muliani, seorang janda yang telah kehilangan suaminya sejak 11 tahun lalu. Meski tidak memiliki anak, ia sepenuhnya menggantungkan hidup dari profesinya sebagai pengemudi Maxim.

Ia menuturkan bahwa pekerjaan tersebut menjadi satu-satunya sumber penghasilan untuk bertahan hidup.

“Sejak suami meninggal, saya cuma kerja ini. Selama masih sehat, saya mau terus narik supaya bisa hidup sendiri,” ujar Mulyani.

Kisah serupa disampaikan Nurjiah, pengemudi perempuan yang membesarkan tiga anak seorang diri setelah suaminya meninggal dunia enam tahun lalu.

Ia mengandalkan penghasilan sebagai pengemudi Maxim untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Suami sudah nggak ada, anak tiga masih butuh semua. Jadi saya harus kerja keras supaya mereka tetap bisa sekolah dan makan,” ungkap Nurjiah.

Sementara itu, Kamaria baru bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim selama dua bulan terakhir. Keputusan tersebut diambil setelah suaminya meninggal dunia dua bulan lalu dan meninggalkannya bersama dua orang anak.

Kamaria mengaku harus segera mencari penghasilan demi melanjutkan kehidupan keluarganya.

“Baru dua bulan suami meninggal, saya masih beradaptasi. Tapi saya nggak punya pilihan lain selain kerja supaya anak-anak saya tetap bisa hidup,” katanya.

Para pengemudi perempuan menyambut kegiatan tersebut dengan rasa syukur. Bagi mereka, perhatian yang diberikan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi penyemangat dalam menjalani rutinitas kerja.

“Perhatian kayak gini bikin saya ngerasa nggak sendirian dan masih ada yang peduli,” tambah Kamaria. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com