Advertisement - Scroll ke atas
Gowa

Warga Kenanga–Mawar Sungguminasa Keluhkan Banjir 3 Dekade, Harap Perhatian Bupati Gowa

94
×

Warga Kenanga–Mawar Sungguminasa Keluhkan Banjir 3 Dekade, Harap Perhatian Bupati Gowa

Sebarkan artikel ini
Warga Kenanga–Mawar Sungguminasa Keluhkan Banjir 3 Dekade, Harap Perhatian Bupati Gowa
Warga Jalan Kenanga 1, Kenanga 2, dan Jalan Mawar, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, mengeluhkan genangan air yang disebut telah terjadi selama puluhan tahun setiap musim hujan. Mereka berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Gowa, memberi perhatian serius terhadap persoalan drainase yang dinilai tidak berfungsi.

SUNGGUMINASA—Warga Jalan Kenanga 1, Kenanga 2, dan Jalan Mawar, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, mengeluhkan genangan air yang disebut telah terjadi selama puluhan tahun setiap musim hujan. Mereka berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Gowa, memberi perhatian serius terhadap persoalan drainase yang dinilai tidak berfungsi.

Genangan air disebut kerap mengganggu aktivitas warga, termasuk akses menuju masjid saat waktu salat tiba. Kondisi tersebut dirasakan berulang setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Salah seorang warga, Ibrahim Ismail, mengatakan keresahan masyarakat sudah berlangsung lama tanpa penanganan yang berarti. Ia menyebut mayoritas saluran drainase di kawasan itu tidak berjalan optimal sehingga air mudah meluap ke badan jalan dan permukiman.

“Setiap musim hujan kami selalu kebanjiran. Kami sangat berharap Ibu Bupati Gowa bisa melihat langsung kondisi kami,” ujar Ibrahim, pensiunan Telkom, mewakili warga.

Menurutnya, warga sebenarnya telah berupaya menyampaikan aspirasi melalui berbagai jalur, termasuk mengirim pesan ke Humas Pemkab Gowa dan melalui pesan langsung ke nomor WhatsApp Bupati. Namun hingga kini, kata dia, belum ada kesempatan untuk bertemu atau menerima kunjungan.

Ia juga menyebut pihak Ketua RT setempat rutin mengusulkan persoalan drainase melalui forum Musrenbang. Meski demikian, ia mengaku persoalan tersebut sudah berlangsung sekitar tiga dekade dan belum mendapatkan respons nyata.

“Karena melihat aktivitas Ibu Bupati yang aktif dan responsif di media sosial, kami berharap lokasi kami bisa dikunjungi atau kami diberi kesempatan beraudiensi,” tutupnya. (AP)

error: Content is protected !!