KAIRO—Sebanyak 84 mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) Jakarta yang tengah menimba ilmu di Mesir mendapat “peringatan keras” dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo: mereka bukan sekadar pelajar, melainkan wajah Indonesia di panggung dunia.
Pesan tegas itu disampaikan dalam kunjungan silaturahmi dan dialog di Ruang Bineka KBRI Kairo, Selasa (14/4/2026). Para peserta short course—terdiri dari jenjang magister (S2) dan doktoral (S3)—diingatkan agar menjaga marwah bangsa sekaligus membawa misi besar keilmuan dan kebangsaan.
Perwakilan mahasiswa, Heri Kuseri, menjelaskan kehadiran mereka di Mesir merupakan bagian dari penguatan kapasitas akademik, perluasan wawasan global, serta pendalaman tradisi keilmuan Islam di lingkungan Universitas Al-Azhar.
Namun, Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, menegaskan dimensi yang lebih besar. Ia menyebut setiap langkah mahasiswa Indonesia di luar negeri mencerminkan citra bangsa.
“Mahasiswa Indonesia di Mesir adalah duta bangsa. Cara kalian bersikap, berinteraksi, hingga berkontribusi akan dinilai sebagai wajah Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menampilkan Islam Indonesia yang moderat—penuh kasih, menjunjung persatuan, dan mampu hidup dalam keberagaman. Menurutnya, inilah kekuatan utama Indonesia yang harus ditunjukkan di level internasional.
Tak hanya itu, para mahasiswa didorong memaksimalkan masa belajar di Mesir. Kuncoro menyebut negeri tersebut sebagai “museum terbuka” yang menyimpan kekayaan sejarah dan peradaban di setiap sudutnya.
“Ini bukan sekadar tempat belajar, tapi ruang membangun perspektif, jejaring, dan kesiapan pengabdian,” ujarnya.
Senada, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kairo, Moh. Nur Salim, mengingatkan agar mahasiswa tidak kehilangan arah. Ia menekankan pentingnya disiplin, kesungguhan, dan komitmen selama menempuh studi di pusat keilmuan Islam dunia itu.
Menurutnya, mahasiswa Indonesia di Mesir memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai sosok akademik yang matang sekaligus memiliki tanggung jawab sosial yang kuat.
Sementara itu, Atase Pendidikan KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, menyoroti pentingnya mengikuti jalur pendidikan secara tertib dan sesuai prosedur. Ia menegaskan bahwa kualitas akademik harus berjalan seiring dengan kedisiplinan dan penghormatan terhadap sistem pendidikan yang berlaku.
KBRI Kairo, lanjutnya, akan terus hadir mendampingi mahasiswa Indonesia, baik dalam aspek pendidikan maupun penguatan jejaring komunitas.
Pertemuan ini pun tak sekadar seremoni, melainkan ruang konsolidasi gagasan—mengawinkan semangat keilmuan dengan misi kebangsaan. Para mahasiswa dibekali pesan kuat: jaga nama Indonesia, manfaatkan peluang di Mesir, dan pulang sebagai ulama yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan arah besar program PKUMI—mencetak kader ulama yang tak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga berwawasan global, berkarakter kebangsaan, dan siap menjadi jembatan antara tradisi Islam dan tantangan modern. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muhammad Aras Prabowo
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.













